Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengatakan angka inflasi nasional menurun. Ia menyebut dari angka 4% ke angka 3,5%.
“Kita harapkan nanti bulan September, Oktober sudah di bawah 3 (persen), kita harapkan,” ujar presiden saat meninjau langsung harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (11/7).
Berdasarkan peninjauannya, harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Tanjungsari berada dalam posisi yang stabil.
Baca juga : SAL APBN 2022 Rp478 Triliun, Jadi Bantalan Hadapi Pelemahan Ekonomi Global
“Semua kita cek, yang saya senang utamanya daging sudah di angka Rp38 ribu—daging ayam, bawang merah, cabai, semuanya dalam posisi stabil lah,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai peninjauan.
Tidak hanya harga, Presiden juga menyebut pasokan sejumlah komoditas pangan di Kabupaten Sumedang, sudah mencukupi. Hal tersebut dilihat dari harga yang cukup stabil.
Baca juga : Ancaman Produk Impor terhadap Sektor UMKM Harus Segera Diantisipasi
“Ya kalau harganya turun stabil artinya pasokan suplai mencukupi, dan saya lihat di Kabupaten Sumedang tidak masalah,” tutur Presiden. (Z-5)
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kemendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan puasa Ramadan.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved