Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN produktivitas pangan, baik tanaman pangan maupun hortikultura, perlu didorong guna meningkatkan kesejahteraan petani. Hal itu juga perlu diupayakan untuk merespons berbagai tantangan di sektor pertanian. Salah satu cara untuk mendorongnya adalah melalui reformasi kebijakan di sektor input pertanian.
"Perubahan iklim yang berdampak pada cuaca dan ketidakpastian musim tanam, salah satunya, mengakibatkan penurunan produksi. Urgensi untuk peningkatan produktivitas, alih-alih membuka lahan baru, menjadi semakin besar," jelas Head of Agriculture Research Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta dikutip dari siaran pers, Minggu (2/7).
Beberapa tantangan lain yang dihadapi petani adalah terbatasnya kesempatan kerja di pedesaan, menurunnya kepemilikan lahan pertanian oleh rumah tangga pertanian sehingga menyebabkan semakin banyak petani yang menjadi petani penggarap atau buruh tani, serta keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap penggunaan input yang optimal.
Statistik menunjukkan, produktivitas padi, kedelai, dan bawang merah cenderung landai dalam beberapa tahun terakhir dengan masing-masing di angka 5 ton per hektare gabah kering giling, 1,5 ton per hektare biji kering dan 10 ton per hektare. Sementara itu, produktivitas jagung menunjukkan tren yang meningkat dengan capaian 5,5 ton pipilan kering per hektare pada 2019.
Baca juga: Menteri Pertanian Dorong Penggunaan Pupuk Bioska di Lombok Barat
Belajar dari kesuksesan peningkatan produktivitas tanaman jagung, kata Aditya, salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong produktivitas tanaman padi adalah dengan meningkatkan skala penggunaan varietas unggul, khususnya padi jenis hibrida. Hingga saat ini tingkat penerimaan petani terhadap benih padi hibrida masih sangat rendah.
Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, hal lain yang dapat dilakukan adalah mendorong penggunaan kombinasi input pertanian, seperti pupuk, secara optimal dan tepat. Demi mendukung hal itu, akses terhadap input pertanian yang berkualitas dan terjangkau perlu lebih didorong.
Program-program subsidi dan bantuan masih perlu direformasi untuk mendorong peningkatan produktivitas melalui penggunaan input yang optimal. Sebab masih terdapat kendala seperti kelangkaan pupuk, disparitas harga dan penciptaan secondary market, pilihan yang terbatas, overdosis urea (pemupukan tidak seimbang), kurangnya penggunaan benih unggul, dan anggaran subsidi yang relatif besar.
Penelitian CIPS merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani melalui program di bidang input pertanian. Hal utama ialah perlunya perencanaan jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi dan bantuan. Secara bertahap, itu dapat didorong dengan melakukan transisi dari subsidi tidak langsung menjadi direct payment (pembayaran langsung ke petani).
Baca juga: Sensus Pertanian Sebagai Cikal Bakal Penerapan Kebijakan
"Direct payment dapat menghilangkan disparitas harga karena subsidi barang, memberikan akses terhadap pilihan jenis input yang lebih banyak, menghindari perverse incentive, dan sebagai insentif untuk mengkombinasikan pembelian sesuai kebutuhan optimal," terang Aditya.
Sementara itu, dukungan sisi suplai input juga penting dilakukan melalui pengembangan varietas unggul baru, relaksasi impor bahan baku pupuk serta benih tetua/benih sumber. Selain itu, sektor pertanian juga membutuhkan investasi pada infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, jaringan irigasi, internet, dan akses transportasi laut.
"Peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani juga diperlukan melalui kegiatan penyuluhan, baik yang disediakan pemerintah maupun swasta," pungkas Aditya. (Z-6)
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Peneliti ungkap Suku Asli Amerika telah menyebarkan kentang liar melintasi wilayah Four Corners sejak 10.000 tahun silam, jauh sebelum era pertanian dimulai.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, untuk berhati-hati dalam menyusun tata kelola pangan 2026.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan torehan sejarah pada cadangan beras pemerintah yang kini menyentuh level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved