Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pejabat senior The Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, mengatakan, Kamis (22/6), bahwa penaikan suku bunga tambahan diperlukan untuk mengatasi inflasi yang tinggi secara historis.
"Saya percaya bahwa penaikan suku bunga acuan tambahan akan diperlukan untuk menurunkan inflasi ke target kami dari waktu ke waktu," kata anggota dewan The Fed Michelle Bowman dalam konferensi di Cleveland, Ohio, pada Kamis pagi, menurut pernyataan yang telah disiapkan. The Fed menghentikan pengetatan moneter yang agresif minggu lalu setelah menaikkan suku bunga acuan pinjaman 10 kali berturut-turut hanya dalam waktu satu tahun untuk mengatasi inflasi yang tetap di atas target jangka panjangnya sebesar 2%.
Sasaran The Fed sekarang suku bunga acuan berada dalam kisaran antara 5,0% dan 5,25% sebagai level tertinggi sejak 2007. Bowman, yang merupakan anggota pemungutan suara komite penetapan suku bunga The Fed, mengatakan dia telah mendukung keputusan komite pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga menghadapi data ekonomi yang beragam.
Baca juga: VW Incar Penjualan Tumbuh 7% dan Pasar AS-Tiongkok
Bowman mengatakan kebijakan moneter bank yang lebih ketat telah berdampak pada aktivitas ekonomi dan inflasi hingga saat ini. Namun dia menambahkan bahwa, sementara inflasi telah menurun secara substansial, tetapi, "Tetap terlalu tinggi. Saya perkirakan kita perlu meningkatkan suku bunga dana federal lebih lanjut untuk mencapai sikap kebijakan moneter yang cukup ketat sehingga menurunkan inflasi secara bermakna dan tahan lama."
Keputusan untuk menahan suku bunga minggu lalu sudah bulat, tetapi hampir semua anggota Komite Pasar Terbuka Federal memperkirakan bahwa bank harus menaikkan patokannya lebih lanjut sebelum akhir tahun. "Mengingat seberapa jauh kita telah melangkah, mungkin masuk akal untuk menaikkan suku bunga tetapi melakukannya dengan kecepatan yang lebih moderat," kata Gubernur The Fed Jerome Powell kepada anggota parlemen di Capitol Hill pada Rabu.
Baca juga: Inflasi Amerika Serikat Turun selama 11 Bulan Terakhir
"Hampir semua peserta FOMC berharap akan tepat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut pada akhir tahun," katanya. Mayoritas besar percaya dua kenaikan tambahan akan diperlukan tahun ini. "Saya pikir itu tebakan yang cukup bagus tentang yang akan terjadi jika ekonomi berjalan seperti yang diharapkan," katanya.
Pedagang berjangka menetapkan sekitar 75% peluang The Fed akan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan berikutnya 25-26 Juli, menurut data dari CME Group. (AFP/Z-2)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggunakan fokus yang kembali tertuju pada berkas Epstein untuk menyerang pendahulunya, Ehud Barak.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved