Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADIRKAN produk yang khas dan berbeda dari yang sudah ada menjadi salah satu langkah untuk menghadapi persaingan dalam bisnis. Strategi itu ditempuh oleh pendatang baru di bisnis perkopian, Kendi Ireng.
Namun, tentu saja produk Kendi Ireng bukan asal beda. Perbedaan yang dihadirkan sekaligus merupakan keunggulan yang menjadi modal kuat untuk bersaing di industri yang sudah sarat pemain ini.
“Berbeda dengan kebanyakan produk kopi yang sudah ada, proses roasting (penyangraian) menggunakan cara manual, yaitu disangrai menggunakan kendi alias tembikar yang terbuat dari tanah liat, bukan dengan mesin,” terang CEO Kendi Ireng, Sandy Julius, pada acara peresmian rumah produksi kopi Kendi Ireng, di Jakarta, Minggu (19/6).
Baca juga: BPOLBF Siap Dukung Festival Kopi Lembah Colol Jadi Festival Tahunan
Oleh sebab itulah produknya dinamakan Kendi Ireng, kata yang berasal dari bahasa Jawa yang berarti kendi hitam. “Proses sangrai dengan menggunakan kendi/tembikar ini lama kelamaan membuat kendi menjadi hitam karena terkena pembakaran terus-menerus,” imbuh Sandy.
Roasting dengan Tembikar Memang Merepotkan
Diakuinya, proses roasting secara manual menggunakan tembikar memang lebih merepotkan dibanding dengan mesin yang segala parameternya, misal suhu dan volume, bisa diatur. Tapi, kerepotan itu sepadan dengan citarasa dan aroma kopi yang dihasilkan.
“Aroma kopi lebih wangi dan kopi tidak mudah bau/tengik saat penyimpanan lama. Selain itu, crema yang dihasilkan juga lebih tebal,” terang Hendri Julian, Coffee Expert Kendi Ireng, pada kesempatan sama.
Crema adalah cairan berwarna kuning tua yang muncul pertama kali saat ekstraksi kopi, berbentuk serupa buih padat. Crema sangat menentukan citarasa kopi.
Baca juga: Lakukan Reposisi, Fore Coffee Sajikan Minumen Trendi Tapi Ramah di Kantong
Terlebih lagi, lanjut Hendri, Kendi Ireng menggunakan bahan baku berkualitas tinggi. Jenis kopi yang digunakan ialah Arabica dan Robusta dengan perbandingan 50:50.
“Biji kopi yang digunakan adalah biji kopi pilihan terbaik kualitas ekspor, grade 1 Robusta Temanggung & Arabica Aceh Gayo yang di roasting pada level medium to dark lalu digiling dengan tingkat kehalusan medium," jelas Hendri.
"Dengan demikian, Kendi Ireng akan memberikan pengalaman minum kopi dengan cita rasa yang unik, khas, dan tradisional,” papar Hendri.
Produk Kendi Dipasarkan dengan Harga Terjangkau
Meski demikian, Sandy menegaskan, produk Kendi Ireng dipasarkan dengan harga relatif terjangkau. Sebagai contoh, kopi Kendi Ireng bubuk 250 gram dijual Rp69.900/pak, lalu kemasan 500 gram Rp107.000/pak.
Selain berupa kopi bubuk, produk kendi Ireng lainnya ialah kopi siap seduh Rp12.500 per cup, serta kopi siap minum botolan 250 ml Rp22.000 – Rp25.000 per botol.
Baca juga: Kompetisi Latte Art Meriahkan Festival Kopi yang Digelar Rotaryana
Keterjangkauan harga tersebut sesuai dengan salah satu tujuan Kendi Ireng, yaitu mengajak masyarakat umum, khususnya lower market, untuk minum kopi asli dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. “Tagline kami, #Kopi Nikmat Ngga Harus Mahal,” imbuh Sandy.
Ia menambahkan, untuk pengembangan bisnis, pihaknya terbuka untuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak, menjalin kerja sama dengan unit usaha lainnya yang memiliki mata rantai produk sama, seperti coffee shop dan bakery shop, dll (B2B).
“Kami juga membangun strategi Pemasaran B2C, baik melalui online maupun offline,” pungkas Sandy. (RO/S-4)
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
MILITER Amerika Serikat (AS) mulai mengalihkan perhatian ke kawasan selatan. Sektor pertahanan kini melihat bisnis besar untuk menyuplai peralatan bagi jenis perang berbeda.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
KEBUTUHAN efisiensi operasional dan konsistensi proses kerja di industri food & beverage (F&B) semakin meningkat seiring dengan bertambah outlet dan kompleksitas bisnis.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved