Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI milenial merupakan program untuk mendorong generasi muda Jawa Barat supaya turut berkegiatan ekonomi pada sektor pertanian.
Dengan karakteristik yang adaptif terhadap teknologi, Anggota Komisi XI DPR RI Siti Mufattahah berharap program petani milenial dapat berdampak secara jangka pendek maupun jangka panjang dalam meraih ketahanan pangan di Jawa Barat (Jabar).
Ia mendorong para petani milenial kepada peran generasi muda Jawa Barat yang memiliki inovasi, gagasan, kreativitas dan adaptif terhadap teknologi untuk terjun di sektor pangan.
Baca juga: Kementan Sebut Petani Milenial Curi Perhatian di PENAS XVI
"Program tersebut dapat menciptakan pertanian maju, mandiri dan modern guna mendorong produktivitas pangan dan meraih ketahanan pangan di Jawa Barat,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Siti Mufattahah usai pertemuan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar dan Pemprov Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/3).
Petani Milenial Dorong Peran Generasi Muda Jabar
Lebih lanjut, Siti Mufattahah menjelaskan petani milenia mendorong peran generasi muda Jawa Barat yang memiliki karakter inovatif, kreatif dan adaptif terhadap teknologi untuk terjun di sektor pangan.
Program ini merupakan sebuah terobosan untuk menciptakan pertanian yang maju, mandiri dan modern guna mendorong produktivitas pangan.
Diketahui, hingga saat ini terdapat 5.000 petani milenial aktif di sektor pertanian hortikultura, petani beras, peternakan dan perikanan.
Program ini turut didukung oleh pendanaan APBD Provinsi Jawa Barat dan kesiapan lahan pertanian seluas 100,52 Ha.
Baca juga: Sukses Beternak Lebah Teuweul, Amar Thohir Akui Manfaat Program Petani Milenial Jawa Barat
Berbagai teknologi dan digitalisasi yang telah diimplementasikan, di antaranya adalah automatic smart feeder, fish finder, sistem irigasi mikro hingga green house.
Atas inovasi tersebut, jelas Siti Mufattahah, melalui program Petani Milenial, TPID Provinsi Jawa Barat berhasil meraih penghargaan TPID Terbaik Provinsi pada gelaran Rakornas Pengendalian Inflasi Daerah 2022.
Petani Milenial Bisa Tekan Inflasi di Jabar
“Program petani milenial tersebut juga memiliki andil dalam pencapaian outcome capaian inflasi Jawa Barat 2021 yang rendah dan stabil sebesar 1,69 persen (yoy),” ujar Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.
Baca juga: Peserta Program Petani Milenial di Jawa Barat Antusias Ikuti Pelatihan
Dalam rangka hilirisasi sekaligus mendorong nilai tambah produk pertanian, Bank Indonesia Jawa Barat dan Pemerintah Daerah menginisiasi Program Ekosistem Ketahanan Pangan Terintegrasi (Pangsi).
“Melalui ekosistem pangsi ini, kelompok masyarakat seperti pondok pesantren dan kelompok tani pada sisi hulu pada produk pertanian, perikanan budi daya, perikanan tangkap, pembenihan dan pembibitan didorong untuk dapat memiliki produk kemasan atau produk olahan turunan yang bernilai tambah,” urainya.
Baca juga: Inagurasi Petani Milenial 2022, Bank Bjb Hadirkan Dukungan Nyata Bagi Sektor Pertanian
Selain itu, guna mendorong efisiensi dan efektivitas proses bisnis sekaligus meningkatkan daya saing diterapkan sistem digitalisasi secara end-to-end mulai dari sisi produksi, pasca produksi, pemasaran, pembayaran dan pembiayaan dengan program tersebut smart farming, smart fishery, packing house, refrigerated logistic dan digital banking services.
“Salah satu cerita sukses ekosistem Pangsi adalah terintegrasinya produk perikanan olahan dari hulu di PP Al-Hikmah Sukabumi yang produksi ikan budidaya dan cabai, yang kemudian diserap menjadi bahan baku utama olahan ikan oleh PP Al-Umanaa dan Kelompok Tani Tamara Sukabumi,” tutupnya. (RO/S-4)
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
Suplai daging sapi di dalam negeri saat ini masih didominasi dari sapi lokal. Sapi lokal disebut memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia antara 40% hingga 70%.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Beberapa hari sebelumnya, pedagang sempat menjual cabai rawit dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved