Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Satu Global Investama (SGI), perusahaan financial advisor dan investment, yang membiayai pre-IPO financing hingga listing, berhasil mengantarkan PT Informasi Teknologi Indonesia (Jatis Mobile) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin(8/5).
Dengan kode emiten JATI, harga saham penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp100 per saham naik saat perdagangan pertama dibuka hingga 20%.
Calvin Lutvi, Founder & CEO SGI mengungkapkan,“Suksesnya Jatis Mobile melantai di BEI sejalan dengan roadmap bisnis kami di tahun ini yang akan mengantarkan dua perusahaan di dua sektor bisnis berbeda melantai di bursa saham."
Baca juga: Aldiracita Sekuritas Jadi Underwriter Obligasi 18,2 Triliun di Tahun 2022
"Sejak awal Jatis Mobile ingin melantai, saya sangat optimistis dapat diterima dengan positif oleh publik," ucap Calvin dalam keterangan, Senin (15/5).
"Kita ketahui bahwa Jatis Mobile merupakan pionir perusahan teknologi yang menyediakan layanan solusi berbasis teknologi dan fokus pada komunikasi dan distribusi digital yang sudah sangat berpengalaman,” jelasnya.
Pengalaman 20 Tahun di Industri Teknologi
Berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri teknologi, PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk. dikenal dengan Jatis Mobile (Jamob) bergerak dalam penyediaan solusi pengiriman kelas dunia dan distribusi digital untuk semua industri.
Baca juga: Resmi Melantai, NCKL Raup Dana Hampir Rp10 triliun
Perseroan juga fokus pada messaging solution dan application development dan telah memiliki partner lebih dari 500 perusahaan di berbagai bidang meliputi telekomunikasi, finansial, logistik, elektronik, travel, perhotelan, pemerintah, otomotif, dan nama-nama besar seperti Bank Indonesia, Whatsapp, dan Facebook pun telah ber-partner dengan Jatis Mobile.
“Pengalaman bisnis dengan menangani ratusan klien dan terbukti bertahan hingga lebih dari 20 tahun di tengah gempuran persaingan yang ketat, tentu dengan mencatatkan diri ke bursa saham menjadi langkah yang sangat baik dan patut kita apresiasi," terang Calvin.
"Karena pastinya kita ingin perusahaan yang memang sudah sustain dapat terus bertahan untuk bersaing sekaligus meningkatkan levelnya ke jenjang yang lebih tinggi lagi," ucapnya.
Baca juga: PT MPX Logistic Incar Dana Segar Rp44 Miliar Lewat IPO
"Sebuah langkah yang tepat telah diambil, bahkan untuk prospek jangka panjang yang dicanangkan oleh Jatis Mobile sangat menarik dan menjawab tantangan yang ada di industri teknologi saat ini,” tutur Calvin
Kembangkan Modul Artificial Intelligence (AI) Chatbot.
Dikutip dari prospektusnya, Jatis Mobile menjabarkan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham untk beberapa hal di antaranya, 55,52% digunakan sebagai belanja modal perseroan yaitu, 27,58% akan digunakan untuk pengembangan modul Artificial Intelligence (AI) Chatbot.
Modul ini ditujukan untuk efisiensi kinerja layanan perseroan untuk pelanggan B2B. Kedua yaitu 27,94% digunakan untuk pengembangan modul aplikasi panel interface marketplace Whatsapp e-commerce.
Kemudian untuk sisanya akan digunakan untuk keperluan modal perseroan antara lain Sumber Daya Manusia (SDM), Digital Security dan License, biaya marketing, B2B Cloud Service, dan penyusunan advance API Library.
Baca juga: Pakar Hukum Pasar Modal: IPO Berbeda dengan Privatisasi
“Industri teknologi informasi terus berkembang dan bahkan bisa dibilang tak memiliki Batasan. Seperti hadirnya tools AI yang membantu memberikan kemudahan dalam pekerjaan seperti Chatgpt atau Bard yang baru saja diluncurkan oleh Google mampu memberikan dampak positif yang sangat besar," papar calvin.
"Untuk itu, saya optimistis Jatis Mobile mampu menaikkan standar lebih tinggi lagi dari sisi inovasi dan layanan paling prima kepada ratusan bahkan ribuan partner setelah resmi mencatatkan namanya di lantai saham,” tutup Calvin. (RO/S-4)
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong PT Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar ke depan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; “Superbank”), bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS, hari ini resmi mencatatkan saham perdananya.
Untuk proyeksi RNTH tahun 2026 dibuat dengan pendekatan konservatif.
LANGKAH besar kembali diambil oleh perusahaan teknologi asal Indonesia di panggung global. PT NusaTrip Incorporated (Nasdaq: NUTR) resmi melantai di bursa Nasdaq pada 15 Agustus 2025.
Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) diperkirakan masih terus mengalami euforia. Sepanjang 2024, saham WIFI menguat 103,87% setara 161 poin.
PT Benteng Api Technic atau BAT Refractories berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di BEI dengan melepas 620 juta saham.
Perseroan yang bergerak di bidang di Industri Sepeda dan Industri Sepeda Motor Roda Dua dan Tiga ini merupakan perusahaan tercatat ke-11 yang melantai di BEI pada tahun 2024.
PT Homeco Victoria Makmur Tbk akan menggelar pencatatan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 12 Februari 2024.
Adapun kisaran harga penawaran awal sebesar Rp100 sampai dengan Rp105 per lembar sahamnya, dengan target perolehan dana sebesar Rp21 miliar.
PT Maja Agung Latexindo resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Desember 2023 dengan kode saham SURI. Pencatatan saham tersebut merupakan pencapaian yang tinggi bagi perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved