Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya mendukung pemerintah dalam program menggerakkan perekonomian sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya perempuan, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas berkolaborasi dengan Yayasan Doktor Syahrir (YDS)–Womenpreneur Community (WPC) kembali menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat berupa Inkubasi Bisnis Batch (Gelombang) 2.
Kegiatan ini bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan para pelaku UMKM binaan APP Sinar Mas untuk mandiri, dan fokus pada pengembangan produk dan pemasaran. Irma Sustika, Founder and Chairman Womenpreneur Community, memberikan motivasi kepada para peserta program.
"Kami percaya bahwa setiap perempuan memiliki potensi dan kemampuan untuk sukses dalam bidang usaha. Program Inkubasi Bisnis ini diharapkan dapat membantu menggali potensi tersebut, memberdayakan diri, dan menciptakan kesempatan yang lebih baik bagi diri Anda dan masyarakat di sekitar," ujar Irma dalam keterangannya, Kamis (11/5).
Head of Sustainability Compliance APP Sinar Mas Sera Noviany menekankan bahwa program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Sustainability Roadmap Vision 2030 (SRV 2030) APP Sinar Mas.
"Melalui pilar sumber daya manusia, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat termasuk perempuan di sekitar areal operasional APP Sinar Mas dan pemasoknya, hal ini sejalan dengan tujuan global dan nasional. Melalui kegiatan ini para pelaku UMKM diharapkan mendapat tambahan pengetahuan dan keahlian, sehingga berdampak terhadap pengembangan usahanya nanti," kata Sera.
Baca juga: Sasar Pembangkit Listrik, Perusahaan Jepang Siap Gandeng Mitra Lokal
Program kerja sama inkubasi bisnis ini merupakan program tahap kedua di mana setiap tahap dilakukan 4 kali pertemuan sebagai upaya APP Sinar Mas meningkatkan kapasitas masyarakat. Program inkubasi bisnis kali ini akan berlangsung selama tiga bulan, dari Mei hingga Juli 2023, dengan 50 peserta UMKM binaan mill dan program DMPA.
Peserta akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai proses produksi, pengembangan dan diversifikasi produk, manajemen, penguatan kelompok, literasi keuangan, hingga pemasaran hasil. Program ini akan berlangsung secara online dan pertemuan langsung dengan peserta di Provinsi Riau nantinya.
"Sejak bergabung dengan program ini, saya berhasil mengembangkan produk dari semula hanya anyaman caping menjadi lebih bervariasi antara lain tas keranjang, tas parcel, dan lain sebagainya. Selain itu, pendapatan saya naik dari Rp500 ribu hingga Rp2 juta-Rp4 juta per bulan," ungkap Mamy, salah satu peserta yang berhasil dari Program Inkubasi Bisnis Batch 1, pelaku UMKM binaan PT Finanntara Intiga di Desa Mengkiang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Mamy menambahkan produknya kini telah merambah dari lokal desa menjadi ke beberapa daerah di Kalimantan. Saat ini, Mamy telah menjadi binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sanggau, dan produk-produknya telah dipamerkan sampai ke luar negeri antara lain Malaysia dan Jerman.
Mamy memanfaatkan teknologi sebagai salah satu keberhasilan pemasarannya melalui beberapa platform marketplace. Hal ini menjadi salah satu hal penting yang diajarkan pada saat pelatihan inkubasi bisnis.
Diharapkan, para pelaku UMKM yang telah menerima ilmu melalui kegiatan ini akan menjadi pionir untuk mendorong lebih banyak lagi pelaku UMKM di daerah masing-masing dan semakin menggerakkan perekonomian daerah. (RO/I-2)
Laporan IMF Article IV 2026 mencatat UMKM Indonesia menghadapi biaya pinjaman jauh lebih tinggi dan prosedur aplikasi pinjaman lebih kompleks daripada negara-negara serupa.
Kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergiliran di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Program ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra program tersebut.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Koleksi ini menampilkan deretan drama Korea populer yang menempatkan perempuan sebagai pusat narasi, mulai dari perjuangan karier, penyembuhan luka batin, hingga dinamika romansa.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya memperluas partisipasi perempuan di bidang STEM sebagai strategi meningkatkan inovasi, daya saing, dan pembangunan SDM Indonesia.
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
DI setiap situasi konflik dan bencana, perempuan kini dipersepsikan dominan sebagai aktivis pendorong keadilan dan pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved