Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BANK Indonesia (BI) menyediakan layanan penukaran uang tunai baru pada masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1444 H.
Staf Asisten Penyelia Perkasan Bank Indonesia, Faris Rizky Kurniawan mengatakan, momen penukaran uang ini disambut antusias tinggi masyarakat. Menurutnya, minat masyarakat menukarkan uang tunai baru meningkat daripada tahun sebelumnya karena emisi uang baru pada 2022.
“Kebetulan tahun ini berbarengan dengan keluarnya emisi baru tahun 2022, itu (membuat) antusisme dari masyarakat itu jadi lebih tinggi. Ada peningkatan dari (jumlah penukaran daripada) tahun-tahun sebelumnya,” ucap Staf Asisten Penyelia Perkasan Bank Indonesia, Faris Rizky Kurniawan saat ditemui di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat pada Selasa (11/4) siang.
Faris juga mengatakan hingga saat ini BI sangat siap dalam menyediakan kebutuhan masyarakat dalam memiliki uang tunai baru jelang Hari Raya Idulfitri 2023. BI menyiapkan uang tunai baru sebanyak Rp195 triliun atau meningkat 8,22% dari realisasi tahun 2022.
“Hingga saat ini Bank Indonesia sudah sangat siap untuk menyediakan kebutuhan uang baru dalam rangka Hari Raya Idulfitri. Artinya kami dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki uang tunai baru di tahun emisi 2022 ini” tambah Faris.
Meski mendapat antuasisme yang cukup tinggi namun Faris mengatakan, total uang tunai yang akan ditukarkan maksimal hanya sampai Rp195 triliun saja, tidak ada indikasi akan menambah jumlah tersebut dikarenakan angka itu sudah masuk dalam estimasi perhitungan oleh Bank Indonesia agar bisa dibagiakan pada masyarakat di momen lebaran tahun 2023.
Baca juga: BI tidak Jamin Uang bisa Kembali pada Kasus Penyalahgunaan QRIS
Ia juga menyebut, meningkatnya antusiasme masyarakat menukarkan uang baru juga didorong oleh telah dicabutnya aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal ini menyebabkan masyarakat leluasa untuk bertemu dengan sanak saudara di kampung halaman dan melakukan tradisi pemberian uang tunai atau biasa disebut ‘salam tempel’.
“Karena lebaran tahun ini kita lepas dari pandemi covid jadi masyarakat bisa dengan bebas mudik dan dalam mudik ini biasanya ada tradisi penukaran uang bagi-bagi angpao. Maka dari itu kebutuhan akan uang tunai tinggi.” ungkap Faris.
Salah satu masyarakat, Aulia, 21, mengaku antusias melakukan penukaran uang baru karena momen emisi tahun 2022 ini menarik minatnya dalam melakukan penukaran. Uang yang biasa ia gunakan selama ini akan berbeda dari beberapa tahun terakhir dan momen lebaran dirasa pas bagi dirinya untuk bisa memiliki jenis uang baru.
“Lebaran kan identik dengan THR (tunjangan hari raya), dan kita kan pakai uang baru kebetulan kali ini ada uang dengan motif baru tentu banyak orang akan menyukainya apalagi anak kecil pasti senang banget.” ungkap Aulia.
Aulia mengaku menukarkan uang jauh-jauh hari sebelum hari raya untuk mempersiapkan cadangan uang tunai sebelum melakukan mudik. Ia juga mengatakan penting untuk melakukan penukaran uang pada fasilitas resmi, seperti mobil keliling Bank Indonesia agar nominal uang yang ditukarkan sesuai dan tidak perlu terpotong biaya administrasi. (A-2)
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat ke level 8.000 dalam sepekan mendatang.
Berlangsung selama tiga hari, Kamis-Minggu (21-24/8), transaksi berhasil menembus pasar Internasional. Total transaksi mencapai Rp1,4 miliar.
Karena SRBI yang beredar berkurang, otomatis dana di pasar uang dan perbankan menjadi lebih banyak tersedia atau longgar.
DI tengah ketidakpastian pasar keuangan global, penurunan tarif bea masuk dari Amerika Serikat (AS) memberi ruang napas baru bagi sejumlah negara.
Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan penurunan BI Rate sebesar 25 bps pada Rabu (20/8), memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter.
PENURUNAN suku bunga kredit perbankan tercatat masih berjalan lambat setelah suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.
Lima pulau yang didatangi ialah Pemana di Kabupaten Sikka, Riung di Pulau Flores, Palue di Sikka, Warwerang di Pulau Adonara, dan Lamalera di Pulau Lembata.
Jumlah kebutuhan uang tunai tersebut naik sebesar 4% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Persediaan uang tunai bank syariah milik negara itu akan disebarkan untuk memenuhi jaringan ATM dan kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) menyediakan uang tunai sebesar Rp21 triliun selama periode Lebaran 2025.
Menjelang libur Lebaran 2025, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp32,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
Temukan 10 tips penting untuk perjalanan ke Bali agar liburan Anda lebih lancar, nyaman, dan penuh kenangan. Dari pakaian hingga perlengkapan wajib.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved