Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (30/3) terpantau merekah sejalan dengan pergerakan bursa saham global. Meski mampu menguat, namun kewaspadaan harus tetap dikedepankan lantaran indeks acuan saham sudah menguat beberapa hari belakangan dan ada potensi pembalikan arah akibat aksi ambil untung.
Terpantau perdagangan pagi ini dibuka di posisi 6.839, menguat 16,01 poin atau 0,23% dan tak berapa lama menguat ke 6.860. Level tertinggi pagi ini di 6.864 dan terendah di 6.843. Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 1,02 miliar lembar saham senilai Rp526 miliar. Sebanyak 224 saham menguat, sebanyak 111 saham melemah, dan sebanyak 202 stagnan.
Baca juga: IHSG Lanjutkan Tren Positif Pagi Ini
Sementara itu, indeks rata-rata utama Wall Street bergerak naik pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), didorong oleh kenaikan kuat saham-saham teknologi. Meski demikian, para investor masih melihat perkembangan krisis perbankan yang sedang terjadi dan pergerakan inflasi.
Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 323,35 poin atau 1% menjadi 32.717,6. Sedangkan indeks S&P 500 menguat 56,54 poin atau 1,42% menjadi 4.027,81. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 210,16 poin atau 1,79% menjadi 11.926,24. (Ant/Z-6)
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved