Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah terus menekankan kepada seluruh kepala daerah untuk memperhatikan inflasi, dan tim penanganan inflasi di tingkat nasional dan daerah terus memperhatikan inflasi.
Sebab faktor inflasi tidak hanya berasal dari sisi permintaan, atau core inflation, namun juga berasal dari faktor-faktor yang sifatnya bisa menimbulkan kejutan seperti pangan volatil harganya, yang kalau terjadi panen atau terjadi situasi perang seperti Ukraina, serta berasal dari harga-harga yang diatur oleh pemerintah seperti air minum, rokok, dan tarif dari angkutan.
Harga yang diatur pemerintah, sesudah dilakukan kenaikan harga BBM pada bulan September tahun 2022, maka inflasi kontribusi dari administered price masih akan cukup tinggi, dan nanti baru titik basednya akan mengalami penurunan pada bulan September 2023.
Sedangkan untuk harga pangan yang bergejolak (volatile food), pemerintah mampu mengendalikannya, sesudah mengalami lonjakan pada bulan Juli 2022, sekarang ada pada level 5,7%.
Pemerintah mewaspadai perkembangan harga pangan terutama mulai memasuki bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya. "Jadi ini adalah faktor yang sekarang diperhatikan oleh Pemerintah yaitu faktor volatile food yang sekarang masih di level 5,7% dan kami lihat juga dari sisi administered prices," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, pada konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Rabu (22/2). (OL-12)
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Harga bahan pokok di Pasar Angso Duo, tercatat daging ayam Rp37.000 per kilogram, daging sapi segar berkisar Rp125.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
Komoditas yang memberikan andil deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,10 persen, cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah masing-masing sebesar 0,06 persen.
Meski sempat dipengaruhi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan tidak menimbulkan gejolak signifikan menjelang ramadan.
Beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga, yakni cabai merah, kacang tanah, seledri, dan ikan kembung. Kenaikan tertinggi terjadi pada cabai merah sebesar 7,36%.
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved