Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan insentif untuk industri kendaraan listrik masih terus dimatangkan di Kementerian Keuangan. Penghitungan rinci masih dilakukan demi memastikan pelaku usaha bisa memperoleh manfaat sehingga pengembangan industri tersebut semakin masif ke depan.
"Insentif masih dihitung terus oleh Kementerian Keuangan. Berapa untuk yang mobil, dan berapa untuk motor. Tapi yang didahulukan adalah motor dulu," ujar Jokowi usai membuka Indonesia International Motor Show di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (16/2).
Menurutnya, saat ini, tanpa diberi insentif sekalipun, sektor kendaraan roda empat sudah bergerak cukup kencang. Itu tidak terlepas dari permintaan yang tinggi di masyarakat.
"Tadi saya tanya ada yang antre setahun. Ada yang enam bulan, dua bulan indent. Apa lagi kalau nanti diberi insentif," tuturnya.
Baca juga: Pemerintah Prioritaskan Beri Insentif Motor Listrik
Selain memberi stimulus, pemerintah juga mendorong industri untuk fokus pada produksi barang-barang yang berkaitan dengan kendaraan listrik.
"Investor sekarang kalo dia ingin membuat katoda atau prekusor kita bilang stop dulu, harus masuk ke EV baterai. Sehingga kita bisa mendapat nilai tambah yang lebih dari industri yang kita miliki," ucap mantan wali kota Solo itu.
Jokowi mengatakan itu adalah langkah yang wajar mengingat saat ini banyak negara berlomba-lomba untuk menjadi pemain utama dalam induatri electric vehicle.
"Semua negara mendorong pengunaan mobil listrik, jadu industri otomotif Tanah Air harus mulai melihat tren ini. Sedikit demi sedikit menggeser industri ke arah tren yang hampir semua negara saat ini ke arah itu," pungkas Jokowi.(OL-5)
Wacana penghentian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berpotensi menghambat laju transisi energi nasional.
Peralihan ke transportasi berbasis listrik memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk mengendalikan tekanan fiskal, sekaligus mendukung agenda transisi energi.
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Peningkatan pengisian daya kendaraan listrik selama periode Nataru menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan kendaraan listrik oleh masyarakat.
Tahun 2026 sebagai fase pendewasaan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Agus belum membuka secara rinci poin-poin usulan insentif tersebut.
Jika membeli kendaraan energi baru (NEV), konsumen bisa memperoleh subsidi sebesar 12% dari harga mobil, dengan batas maksimal 20.000 yuan (sekitar Rp47,7 juta).
Kemungkinan kendaraan listrik berbasis baterai LFP (lithium ferro phosphate) mendapat stimulus lebih kecil, sedangkan EV dengan bahan baku nikel mendapat stimulus lebih besar.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) merilis hasil Asesmen Baca Al-Qur’an bagi Guru dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Indonesia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (17/12).
Insentif pajak 0% menyebabkan hilangnya potensi pendapatan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), yang diperkirakan mencapai Rp2 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved