Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI pasar modal Hans Kwee menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi uji resistance di level 6.750 sampai 6.953 pada pekan depan.
"Ini sebagai sinyal rebound terbatas dengan support di level 6.598 sampai level 6.509," ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/1).
Pasar saham di Asia, seperti Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan dan Indonesia, tertekan selama periode lockdown yang diterapkan Tiongkok. Pada Jumat (6/1) lalu, IHSG dibuka melemah 0,52% ke posisi 6.619,12.
Baca juga: IHSG Tertekan Kekhawatiran Risiko Resesi Global
"Saat ini, pembukaan ekonomi negara tersebut membuat valuasi pasar saham Asia Tengah lebih murah. Serta, menimbulkan tekanan capital outflow dari pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia," imbuh Hans.
Adapun kenaikan suku bunga The Fed diperkirakan efektif menurunkan inflasi. Namun, tidak menimbulkan banyak masalah pada pasar tenaga kerja. Hal ini mendorong mayoritas bursa global bakal menguat.
Direktur Panin Asset Management Rudiyanto menyoroti kinerja IHSG pada 2022 yang ditutup naik 4,09%. Pada tahun lalu, tingginya harga batu bara dinilai menjadi sentimen positif IHSG di mata investor asing.
Baca juga: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%, Tertinggi dalam 6 Tahun
Namun, kekhawatiran harga batu bara pada 2023 yang tidak sebaik tahun lalu, dapat mengubah persepsi investor asing. Serta, menjadi pemicu aksi net sell di pasar saham sejak Desember 2022 hingga awal Januari 2023 ini.
"Persepsi berubah dari waktu ke waktu. Bisa hari ini positif besok negatif dan sebaliknya," tutur Rudiyanto dikutip dari laman media sosialnya.
Menurutnya, kinerja IHSG sempat cukup lama bertahan di atas level 7000. Namun, penurunan signifikan harga saham GOTO yang masuk dalam indeks LQ45 dan IDX30 di Desember 2022, memaksa IHSG turun lebih dalam.(OL-11)
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
IHSG Sesi I ditutup stagnan di 8.884. Simak analisis dampak depresiasi Rupiah, rekor harga emas ATH, hingga guncangan investigasi kriminal Jerome Powell.
Di tengah koreksi IHSG yang gagal bertahan di level 9.000, saham DADA justru mencatatkan lonjakan abnormal hingga 35% didorong sentimen laba.
IHSG ditutup melemah 0,22% ke level 8.925 pada perdagangan Kamis (8/1). Analis menyebut koreksi sehat akibat profit taking pasca reli panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved