Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN besar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah menjadi rahasia umum terlebih selama pandemi covid-19 melanda negeri ini.
Hasil Survei Aktivitas kewirausahaan UMKM yang dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pada Agustus lalu menunjukkan pertumbuhan indeks kewirausahaan UMKM menjadi skor 109,4 pada kuartal II dari sebelumnya skor 104,6 di kuartal I 2022.
Hal ini tak terlepas dari peran para profesional coach yang membimbing para praktisi UMKM.
Salah-satunya adalah Coach Pungki M. Kusuma.,M.M dari Sahara Empowering People dan Business Coaching, yang menyediakan pelatihan bisnis, konsultasi dan bimbingan bagi para pelaku usaha UMKM.
“Salah-satu bekal ilmu saya adalah dari sosok-sosok legendaris kewirausahaan seperti Bob Sadino dan Chairul Tanjung," ujar Coach Pungki dalam keterangan pers, Jumat (30/12).
"Selain ilmu coaching yang telah saya miliki, saya sering memberikan motivasi, inspirasi dan ilmu bisnis kepada para pelaku UMKM berdasarkan pengalaman saya dalam berwirausaha dan bekerja di perusahaan multinasional,” kata Pungki.
Baca juga: Jumlah Pelaku UMKM Di Kota Kendari Naik Signifikan
Petuah yang amat Coach Pungki suka dari Bob Sadino adalah bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang dibuka, bukan hanya ada di dalam benak.
Untuk itu, kata Coach Pungki, dalam ratusan seminar dan workshop yang dihadiri ribuan UMKM.
Ia selalu mendorong para pelaku UMKM berani memulai bisnis dengan segera. “Jangan menunggu sempurna!” tegas Coach Pungki.
Mental blocking adalah hal yang selalu ia jumpai dari para pengusaha. Karena itu, ia selalu membekali ilmu-ilmu seperti cash flow, inovasi, komunikasi berkewirausahaan, dan ilmu-ilmu lain dalam dunia kewirausahaan kepada pelaku UMKM agar berani memulai usahanya dengan segera.
Berkat bimbingan secara berkala, lanjut Coach Pungki, mata para pelaku UMKM jadi lebih terbuka.
Awalnya hanya berkutat dengan cara berpikir mengelola usaha secara offline, kemudian berkembang menjadi pengelolaan usaha serba digital.
“Mereka yang sejak awal tidak memahami filosofi logo dari sebuah brand, jadi paham bagaimana suatu kewirausahaan tumbuh dengan branding dan mengukuhkan kewirausahaan tersebut,” katanya.
Berkat dedikasi tinggi kepada pengembangan ekonomi UMKM, Coach Pungki menerima penghargaan sebagai Profesional Coach periode 2022-2023 dari Indonesia The Winner Awards Profesional baru-baru ini.
“Hal ini bisa saya dapatkan juga tidak luput dari semangat para pelaku UMKM yang semakin giat belajar untuk menjadi lebih baik, terlebih mereka harus semakin kreatif agar bisa berbeda dengan kewirausahaan sejenis,” kata dia.
Coach Pungki berharap, bimbingan ini bisa bermanfaat dan diimplementasikan dalam keseharian mereka mengelola usaha.
“Yang paling penting, terus belajar, berdoa, dan memperluas koneksi. Apabila konsisten, pelaku usaha UMKM bisa terus menyumbang yang terbaik untuk perekonomian Indonesia,” tukasnya. (RO/OL-09)
Kualitas pendidikan bisnis menjadi faktor penentu daya saing nasional. Standar global bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Bersama istrinya, Kak Ciwid, Pakde Prayogo membangun HIQWEEN sebagai solusi masalah flek hitam.
Jika geocoding tradisional sering kali hanya menempatkan pin di tengah bangunan atau jalan utama, inovasi ini memungkinkan pengguna menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung.
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
MENUTUP 2025, pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan. Ini ditunjukkan oleh pertumbuhan profit meningkat 25,4% dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Program kolaborasi ini dirancang secara terstruktur melalui mentoring bisnis, forum diskusi strategis, dan akses ke jaringan global JCI.
Keterbukaan untuk belajar, merefleksikan diri, bertumbuh, dan berkolaborasi menunjukkan komitmen mendalam dalam mendidik siswa dan masa depan pendidikan di Kabupaten Sanggau.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved