Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 karyawan mengalami pertumbuhan signifikan. Ini terjadi bersamaan dengan ramainya kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa sektor industri.
"Ini menjadi sangat kikuk kalau kita bandingkan dengan berbagai pemberitaan mengenai PHK," ujarnya dalam konferensi pers APBN, Kamis (24/11).
Hingga Oktober 2022, penerimaan PPh Pasal 21 secara kumulatif tercatat tumbuh 21,7% (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut bahkan jauh lebih tinggi dari periode yang sama di 2021, yakni hanya tumbuh 2,7% (yoy).
Kontribusi penerimaan PPh Pasal 21 tersebut juga tercatat 9,9% dari total penerimaan pajak yang sebesar Rp1.448,2 triliun hingga Oktober 2022. Dengan kata lain, penerimaan PPh Pasal 21 berkisar Rp143 triliun.
Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan tersebut mestinya mengindikasikan kondisi yang cukup baik. Sebab, PPh Pasal 21 merupakan potongan pajak yang diwajibkan bagi pekerja dengan penghasilan tertentu.
Baca juga: Dana di Perbankan Naik, Menkeu tak Lelah Ajak Pemda Belanja
"Jadi kalau dilihat PPh Pasal 21 yang meningkat sebesar 21% ini berarti memang ada karyawan yang bekerja dan mendapatkan pendapatan. Kemudian perusahaannya membayarkan PPh tersebut," jelasnya.
Kabar mengenai gelombang PHK muncul dari sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, hingga rintisan (startup). Di industri manufaktur, PHK dilakukan untuk menjaga bisnis usaha tetap berjalan lantaran terdampak kondisi ekonomi global.
Selain karena terdampak ekonomi global, PHK juga dilakukan karena pemilik usaha merelokasi pabrik ke wilayah yang memiliki upah lebih murah. Pasalnya, kata Sri Mulyani, pertumbuhan industri manufaktur hingga Oktober masih cukup baik, tercermin dari penerimaan pajak.
"Sampai Oktober pertumbuhan industri TPT dan alas kaki masih kuat pertumbuhannya secara tahunan, namun kita juga harus waspada. Sekarang ini pertumbuhannya masih bagus, kita lihat trennya ke mana. Ini harus kita lihat datanya, perusahaan akan kita monitor, dari bea dan cukai kita lihat impor bahan baku dan lainnya, dari pajak kita lihat bagaimana pembayaran pajak PPh 21, PPN, restitusi," jelasnya.
"Ini yang kemudian akan kita formulasikan policy-nya. Kita juga akan lihat mana yang perlu dibantu, apakah korporasi, atau buruhnya, kalau dalam korporasi kita sudah pernah menggunakan PPh 25 yang ditunda atau diperkecil, hal itu yang mungkin akan kita deploy lagi, jadi kita melihat siapa yang ditargetkan," pungkas Sri Mulyani. (OL-4)
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan mengubah batas defisit anggaran sebesar 3 persen, meskipun menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
INDEF nilai Ramadan dan Idul Fitri 2026 bisa dorong ekonomi kuartal I-II lewat sektor pangan, transportasi, dan logistik, didukung stimulus pemerintah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved