Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN budaya kerja I-care (Integrity, Creativity, Agility, Results, Empowered), yang dalam implementasi kesehariannya menumbuhkan budaya yang menghargai, memberdayakan, dan berorientasi pada manusia. Budaya ini dinilai berhasil menciptakan lingkungan kerja terbaik berdasarkan survei Total Engagement Assessment Model (TEAM) terhadap karyawan.
"Kami percaya bahwa orang datang ke tempat kerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi untuk tumbuh, berkontribusi, dan merasa punya arti. Karena itu, kami membangun budaya I-care yang berakar pada rasa saling peduli dan memberikan ruang untuk berkembang,” ungkap Human Capital Director PT Agrinesia Raya, Firman Oktoraya, belum lama ini.
Hasil survei yang melibatkan sejumlah karyawan Agrinesia, menunjukan bahwa para karyawan merasakan budaya kerja yang kolaboratif, di mana antarfungsi saling terbuka dan mendukung pengembangan diri.
Lebih dari itu, karyawan juga merasakan bahwa lingkungan kerja di Agrinesia adalah tempat yang sehat, baik secara fisik, mental, maupun emosional untuk berkembang dan menjalani keseharian.
Dalam penerapan I-care, Agrinesia kembali dinobatkan sebagai Best Companies to Work for in Asia 2025, untuk kedua kalinya setelah pertama kali mendapatkannya pada 2022 lalu.
"Kami ingin setiap orang di Agrinesia merasa diberdayakan, didengar, dan dihargai sebagai manusia, bukan hanya berdasarkan jabatan di struktur organisasi. Ketika karyawan merasakan hal tersebut, maka mereka akan tumbuh menjadi versi terbaik dirinya. Dan dari situlah lahir inovasi, semangat, dan rasa memiliki yang luar biasa," tambah Firman.
Dengan lebih dari 1.000 karyawan di berbagai wilayah, Agrinesia menjalankan berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan fisik dan mental, pengembangan karier yang terarah, serta pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif dan suportif.
Agrinesia juga menerapkan kebijakan yang memfasilitasi keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, menyadari bahwa karyawan memiliki peran penting di luar kantor yakni sebagai orang tua, anak, pasangan, maupun anggota masyarakat.
Melalui penghargaan ini, kata dia, juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang diambil Agrinesia selalu berangkat dari satu keyakinan: manusia adalah inti dari segalanya.

Komitmen Agrinesia ini pun tidak hanya tertuju pada karyawan, tetapi juga pada ekosistem yang lebih luas termasuk mitra bisnis, UMKM, petani lokal, dan komunitas yang turut berkontribusi dalam perjalanan perusahaan.
Bagi Agrinesia, penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan cerminan dari kolaborasi dan konsistensi seluruh elemen yang terlibat dalam membangun budaya kerja yang berkelanjutan dan berdampak. (Z-10)
Lingkungan kerja menuntut ketangguhan di tengah dinamika yang bergerak lebih cepat dibanding saat menempuh pendidikan di universitas.
Dibutuhkan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan berdaya saing dengan mengintegrasikan pendekatan kesejahteraan (wellbeing).
PFI Mega Life meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Stellar Workplace Award 2025.
Coats Group, produsen benang dan komponen struktur untuk industri pakaian dan alas kaki, berhasil masuk ke daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia 2025 versi Great Place To Work.
Program Mental Ease at Workplaces menjadi komitmen jangka panjang Otsuka Group dalam bidang keberlanjutan sumber daya manusia dan kesejahteraan karyawan.
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved