Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, mengatakan bahwa saat dunia bergerak dengan cepat, seluruh pihak harus terus bersikap terbuka dengan memperkaya ilmu baru, khususnya untuk para mahasiswa yang akan memasuki dunia kerja setelah lulus.
“Rasa ingin tahu mesti dipupuk kendatipun sudah tidak berstatus sebagai mahasiswa. Di dunia kerja nanti, kemauan untuk belajar merupakan fondasi agar terus berkembang. Pada akhirnya, kemampuan teknis memang penting di dunia kerja. Namun, saya ingin menggarisbawahi bahwa attitude dan mentalitas tak kalah penting,” ungkapnya dalam acara BCA Berbagi Ilmu (BBI), di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dilansir dari keterangan resmi, Kamis (27/11).
Lebih lanjut, Widodo juga menggarisbawahi pentingnya mahasiswa memperkokoh sikap dan mentalitas sebelum menghadapi dunia kerja. Menurutnya, lingkungan kerja menuntut ketangguhan di tengah dinamika yang bergerak lebih cepat dibanding saat menempuh pendidikan di universitas.
Di samping kemampuan beradaptasi, ia mengatakan mahasiswa harus menguasai diri dalam mengelola emosi. Pasalnya, kematangan emosional menjadi kunci bagi para lulusan muda saat mulai berkarier.
“Fresh graduate biasanya akan kaget dengan dinamika dunia kerja yang bergerak cepat. Meskipun kemampuan akademik penting, jangan lupakan juga ketangguhan mental dan kedewasaan emosional. Saat kita mampu mengelola emosi dengan baik, tantangan seberat apapun dapat kita lalui dengan baik,” imbuh Widodo.
Di tempat yang sama, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran program BBI di kampusnya. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran BCA di tengah-tengah mahasiswa UMS. Kuliah umum ini menjadi momentum penting bagi kami semua, terutama mahasiswa dan mahasiswi terkasih kami demi memperluas wawasan tentang dunia kerja dan pentingnya membangun sikap profesional sejak dini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” lanjutnya.
BBI UMS merupakan edisi ke-9 dari rangkaian BBI pada 2025. Sebelumnya, BBI diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, IPB University, Universitas Andalas, Universitas Katolik Widya Mandala, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Nahdlatul Ulama NTB. Penyelenggaraan BBI di UMS menambah jangkauan program ini, dengan total 6.375 mahasiswa yang berpartisipasi sepanjang 2025.
Bagi BCA, pendidikan berperan penting dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan diri tidak hanya di ranah akademik. Melalui kegiatan BBI, BCA berupaya mendukung visi Indonesia Emas 2045 lewat pembekalan softskill yang relevan bagi generasi muda.
Inisiatif tersebut adalah bentuk komitmen perseroan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan menggandeng sejumlah instansi pendidikan sebagai kolaborator.
Selain BBI, Bakti BCA turut menghadirkan program Genera-Z Berbakti pada tahun ini yang mengajak mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pengabdian masyarakat melalui pendanaan, pendampingan, hingga dukungan publikasi ilmiah.
BCA secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan yang berdampak sosial melalui payung program Bakti BCA. Beragam inisiatif tersebut dilandasi keyakinan bahwa individu yang berdaya mampu memberdayakan komunitasnya serta berkontribusi terhadap kelestarian ekosistem, menciptakan siklus dampak positif yang berkelanjutan.
Program Bakti BCA mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan (Bakti Pendidikan), kesehatan (Bakti Kesehatan), pelestarian budaya (Bakti Budaya), pemberdayaan masyarakat (Desa Bakti BCA), hingga pelestarian lingkungan (Bakti Lingkungan). (H-2)
Drama Korea bertema dunia kerja sering kali meninggalkan kesan mendalam karena terasa dekat dengan kehidupan nyata.
Tahun depan, perusahaan akan semakin berkonsentrasi pada pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Berdasarkan data United Nations Indonesia, terdapat 38,8 juta penduduk Indonesia yang tergolong sebagai penyandang disabilitas.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) digital menjadi kunci menghadapi transformasi dunia kerja yang makin digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved