Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga. MKRPL didefinisikan sebagai rumah yang memanfaatkan pekarangan secara intensif melalui pengelolaan sumber daya alam lokal secara bijaksana, yang menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas, nilai, dan keanekaragamannya.
MKRPL sangat strategis tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Konsep dan batasan yang tercakup dalam program MKRPL ialah rumah pangan lestari, penataan pekarangan, pengelompokan lahan pekarangan terdiri atas lahan pekarangan perkotaan dan perdesaan, pemilihan komoditas, dan diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
Selain itu, dalam Pedoman Umum MKRPL disebutkan terdapat enam konsep dalam pengembangan MKRPL, yaitu kemandirian pangan rumah tangga pada suatu kawasan, diversifikasi pangan yang berbasis sumber daya lokal, konservasi baik tanaman-tanaman pangan maupun pakan termasuk perkebunan, hortikultura untuk masa yang akan datang, kesejahteraan petani dan masyarakat yang memanfaatkan kawasan rumah pangan lestari, pemanfaatan kebun bibit desa agar menjamin kebutuhan masyarakat akan bibit terpenuhi, baik bibit tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan, termasuk ternak, unggas, ikan, dan lainnya, serta antisipasi dampak perubahan iklim.
Tim penulis menilai MKRPL sangat ditentukan aspek pelaksanaan, aspek pendukung, dan aspek promosi. Dalam aspek pelaksanaan harus dipersiapkan secara baik beberapa hal penting berikut:
(1) Juklak atau Juknis Program MKRPL yang mudah dipahami dan diimplementasikan.
(2) Sosialisasi program secara berkala pada berbagai tingkatan pelaksana agar
mereka termotivasi untuk melaksanakan MKRPL.
(3) Pendampingan secara berkala sehingga tujuan tercapai sesuai rencana.
(4) Monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mendapatkan umpan balik guna penyempurnaan MKRPL dan pemecahan masalah teknis di lapangan.
Sementara itu, terkait dengan aspek pendukung, beberapa hal yang harus dipersiapkan ialah:
- Perencanaan kebutuhan benih/bibit dalam satu kawasan.
- Penyediakan alat/rak, media tumbuh seperti pupuk organik dan pupuk anorganik atau pestisida nabati sesuai kebutuhan.
- Keberadaan lembaga pasar untuk menampung kelebihan produksi (Koperasi Wanita/Kopwan, Kelompok Tani/Gapoktan, pedagang pengumpul, dan kemitraan usaha dengan swasta).
Hal yang dibutuhkan dalam aspek promosi:
- Temu lapang secara berkala untuk memotivasi dusun/desa sekitar yang belum melaksanakan MKRPL.
- Advokasi secara berkala ke pemangku kebijakan tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi tentang manfaat dan keuntungan ekonomi dari MKRPL.
- Adanya gerakan pengembangan MKRPL secara bertahap, terencana, dan selektif melalui proses sosial yang matang sehingga dapat berhasil dan berkelanjutan.
- Melakukan lomba-lomba pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan hasil. (Alfi Rumidatul/Dewi Larasati/Yani Suryani/ M-1)
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
de Braga by ARTOTEL menghadirkan program buka puasa “A Wishful Ramadan” dengan konsep all you can eat menu Nusantara di suasana heritage Jalan Braga, Bandung.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus, termasuk dukungan teknis dalam pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri.
Sebagai langkah perbaikan, Perhutani bersama pengelola legal mulai memperbaiki infrastruktur yang rusak secara bertahap.
Buah dan sayuran merupakan sumber serat harian yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memastikan saluran cerna tetap berfungsi optimal meskipun frekuensi makan berkurang.
Sayuran mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk menjaga fungsi tubuh, pencernaan, dan daya tahan tubuh.
Makanan beku kerap dinilai buruk untuk kesehatan. Padahal, ahli gizi menyebut beberapa jenis makanan beku tetap kaya nutrisi dan justru baik untuk menjaga kesehatan jantung.
Pare atau paria sudah tidak asing di lidah masyarakat Indonesia. Sayuran ini kerap hadir dalam semangkuk siomay atau batagor sebagai lalapan tambahan.
Sayuran merupakan makanan penting dalam pola makan sehat karena memberikan nutrisi yang mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta mencegah berbagai penyakit.
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved