Jumat 18 November 2022, 21:19 WIB

Kementan Pastikan Kondisi Perberasan Indonesia Normal, Pasokan Cukup, Februari Panen Raya

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Pastikan Kondisi Perberasan Indonesia Normal, Pasokan Cukup, Februari Panen Raya

Antara
Ilustrasi stok beras

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan kondisi perberasan Indonesia dalam keadaan normal. Tidak ada kekurangan apalgi kelangkaan. Adapun kondisi harga yang meningkat seperti di bulan ini disebabkan faktor tahunan, dimana setiap Desember dan Januari selalu mengalami kenaikan.

Namun, kondisi tersebut akan segera berakhir karena pada Februari sampai Maret mendatang harganya kembali normal. Hal ini disebabkan karena petani mulai memasuki panen raya.

Direktur Serelia pada Ditjen Tanaman Pangan Kementan Ismail Wahab mengatakan, prognosa Krangka Sempel Area (KSA BPS) menyebutkan luas panen padi tahun ini mencapai 10,61 juta hektare dengan produktivitas rata-raya 5,2 ton per hektare. Adapun produksi yang dihasilkan mencapai 55,67 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setara 32,07 juta ton beras.

Menurut Ismail, semua data yang dikeluarkam tersebut merupakan hasil survei jajaran Kementan bersama BPS dan Bapanas. Selanjutnya hasil survei di evaluasi oleh para pakar statistik sebelum akhirnya dipublikasikan kepada masyarakat.

"Jadi di bulan Juni saja cadangan beras nasional mencapai 8 juta yang tersebar di penggilingan dan pedagang. Paling banyak ada di rumah tangga karena pembagian BLT juga langsung ke rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen," kata Ismail, Jumat, 18 November 2022.

Adapun mengenai penyebab mengapa Bulog belum melakukan penyerapan, hal itu dikarenakan terdapat perbedaan harga antara penggilingan yang memberikan harga sebesar Rp10.300 dan Bulog yang menerapkan harga Rp9.700. Disitulah kendala mengapa Bulog belum menyerap.

"Padahal Bapak Presiden meminta Bulog harus membeli dengan harga pasar, yaitu di atas Rp10 ribu," katanya.

Sementara hasil identifikasi dan cek ketersediaan stok beras di penggilingan saat ini berdasarkan data Simonstok (Bapanas) dan hasil konfirmasi dari Dinas Pertanian Provinsi mencapai 1,87 juta ton. Sedangkan stok beras di penggilingan yang siap diserap Bulog sebesar 798.360 ton.

Baca juga : Indef Minta Bulog Fokus Serap Beras Petani Dari Pada Ngurusin ...

"Hasil validasi lapangan di 7 provinsi per 18 November 2022, siap dikerjasamakan dengan harga pasar sebesar 353.620 ton beras. Sedangkan hasil standing crop bulan Sept-Des 2022 di 10 lokasi sentra produksi akan menghasilkan produksi beras sebesar 6,59 juta ton, dimana pada Bulan ini diperkirakan produksi 1,18 juta ton beras dan Desember 0,99 juta ton beras," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menambahkan, Indonesia sejak 3 tahun terakhir sudah tidak melakukan impor beras umum. Adapun produktivitas padi Indonesia di Asia Tenggara berada pada nomor 2 setelah Vietnam.

"Setiap tahun surplus beras, harga relatif stabil dan hasil survei stok beras oleh BPS pada April 2022 sebesar 10,15 juta ton. Itu artinya sangat aman untuk kebutuhan nasional tahun ini," jelasnya.

Kuntoro memastikan kenaikan harga beras tidak terkait dengan kondisi pasokan dan jumlah stok di lapangan mengingat pasokan saat ini dalam kondisi normal.

"Bahkan ada sedikit pergeseran musim panen karena musim tanam bergeser maju di Bulan Agustus, karena kemarau basah. Tapi kami melihat tidak ada sesuatu yang tidak normal. Kalaupun terjadi peningkatan harga beras karena setiap tahun di Bulan Januari Desember bukan masa panen raya dan tertinggi di lapangan selalu terjadi di akhir tahun" jelasnya.

Kuntoro menegaskan cadangan beras nasional terbesar berada di rumah tangga dengan presentase mencapai 68 persen. Dari hasil survei stok beras berdasar lokasi pada akhir Juni 2022, di Bulog mencapai 11,40 persen, penggilingan mencapai 7,25 persen, pedagang 10,67 persen dan rumah tangga mencapai 67,94 persen, dengan total beras 9,71 juta ton.

"Jadi total beras di akhir Juni tahun ini mencapai 9,71 juta ton. Sekali lagi data ini sudah dikonfirmasi di lapangan. Bahkan untuk Oktober-Desember kita punya potensi luas panen sebanyak 1,91 juta hektar. Kondisinya ini lebih tinggi daripada tahun 2021, atau meningkat 16,45 persen atau 0,27 hektar jika dibanding tahun 2021," jelasnya. (RO/OL-7) 

Baca Juga

Ist

Pasca-Putusan PK Mahkamah Agung, PT BSS Siap Beroperasi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 21:27 WIB
Jajaran manajemen PT BSS tancap gas dengan tengah mempersiapkan berbagai hal untuk memulai tahapan...
DOK Pribadi.

Ancaman Resesi Ekonomi Global Momentum Investasi Properti

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 20:55 WIB
Sejatinya saat terjadi krisis ekonomi sosial malah menjadi momentum tepat untuk berinvestasi di...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Mendagri Paparkan 9 Strategi Kendalikan Inflasi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 28 November 2022, 20:48 WIB
Mendagri menjelaskan, langkah pertama adalah melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya