Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Tauhid Ahmad meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) fokus melakukan penyerapan beras petani dari pada menekan pemerintah melakukan impor.
Menurut Tauhid, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) hingga November tahun ini stok beras yang ada mencapai 6,7 juta ton.
"Bulog harus serap beras petani. Bukan mendorong impor karena data Bapanas hingga November ini masih ada stok 6,7 juta ton," ujar Tauhid, Jumat (18/11).
Serapan beras, lanjut Tauhid perlu dilakukan mengingat saat ini serapan anggaran pemerintah secara keseluruhan terbilang rendah. Namun demikian, Tauhid bilang pemerintah juga harus membayar piutangnya ke Bulog untuk membeli dan menyerap beras petani.
"Mesti diingat juga bahwa dari data yang ada tidak ada rencana impor oleh Bapanas dalam prognosanya. Jadi sekali lagi serap beras petani dari pada kita mendorong pemerintah untuk importasi," katanya.
Baca juga : Kementan-Bulog Sepakati Pembelian Beras Petani Kulon Progo ...
Perlu diketahui, prognosa neraca pangan nasional untuk skala beras pada periode Januari-Oktober 2022 sebesar 29.020.644. Sedangkan untuk gabah kering giling (GKG) sebesar 50.375.827. Adapun untuk kebutuhan tahunan mencapai 29,5 juta ton dan kebutuhan bulanan 2,4 juta ton.
Tauhid menambahkan apabila impor tetap dlakukan maka penghargaan swasembada beras yang diberikan IRRI dan FAO pada presiden harus dikembalikan.
"Karena impor itu bertentangan dengan semangat presiden yang ingin menjaga ketahanan pangan melalui produksi dalam negeri," katanya.
Sebagai contoh di Provinsi Banten, Anggota Komisi IV DPR RI Nur Aini memastikan produksi beras di sana melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kebutuhan pangan selama tahun ini. Apalagi periode Maret-Oktober ini para petani juga tengah melakukan panen raya di sejumlah sentra.
"Untuk stok beras di Banten saya optimis melihat bahwa cadangan beras ditingkat petani maupun ditingkat pelaku usaha sangat cukup. Ini pertanda ketersediaan beras kita aman terkendali. Nanti kita akan menghadapi masa tanam juga oktober-Maret yang akan menambah produksi padi sehingga sekali saya sampaikan tidak perlu kuatir untuk stok kedepannya," jelasnya. (RO/OL-7)
INDONESIA berhasil menorehkan pencapaian swasembada beras dengan memutuskan tidak melakukan importasi yang dimulai sejak 2025.
Pemerintah terus mengeklaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Namun, disaat yang sama, harga beras di tingkat konsumen masih tinggi.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
HARGA beras di pasar dunia dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 40% dibandingkan tahun lalu.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa tidak ada impor beras medium yang masuk ke Indonesia.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved