Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Eliza Mardian mengatakan pemerintah harus memastikan pelaksanaan kebijakan pelarangan impor beras, jagung, gula, dan garam tidak akan menjadi bumerang bagi pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri.
"Menghentikan impor adalah suatu proses yang bertahap dan membutuhkan strategi yang matang. Jangan sampai setop impor mendadak ini menjadi backfire (bumerang) bagi pangan kita," ujar Eliza Mardian, Jumat (17/1).
Ia menuturkan, sebelumnya pemerintah pernah memberlakukan pembatasan impor jagung pada 2016 yang membuat angka impor jagung menurun 2,17 juta ton. Namun, pada saat yang sama, impor gandum naik 3 juta ton karena dibutuhkan sebagai pengganti jagung.
Mempertimbangkan hal tersebut, ia pun menekankan pentingnya upaya serius serta strategi yang tepat untuk meningkatkan produksi bahan pangan dalam negeri agar dapat mengurangi volume impor dan mewujudkan swasembada pangan.
Salah satunya adalah dengan memastikan beras yang diproduksi para petani lokal dapat diserap oleh Bulog untuk memberikan kepastian harga dan pasar kepada para petani.
"Dengan adanya transformasi Bulog, diharapkan pemerintah tidak hanya berfokus pada komoditas beras saja, melainkan semua komoditas pangan strategis dan maksimal menyerap hasil panen para petani," tuturnya.
Eliza mengatakan, realisasi swasembada pangan semakin penting karena kini pasar global cenderung menerapkan kebijakan proteksi, sehingga Indonesia tidak dapat lagi mengandalkan rantai pasok global.
Ia menuturkan, di tengah tensi geopolitik yang masih terjadi dan semakin banyak ketidakpastian yang mempengaruhi perdagangan global, negara-negara lain pun akan cenderung memprioritaskan kebutuhan domestik mereka sendiri.
Selain itu, saat ini dampak perubahan iklim semakin terasa sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi komoditas pangan.
"Sehingga swasembada pangan ini menjadi keniscayaan, apalagi Indonesia ini jumlah penduduknya terbesar keempat di dunia sehingga urusan perutnya harus diprioritaskan," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah telah memberlakukan larangan impor bagi empat komoditas pangan yakni beras konsumsi, jagung untuk pakan ternak, gula konsumsi, dan garam konsumsi.
Ia berharap kebijakan larangan impor tersebut dapat mewujudkan cita-cita Indonesia untuk melakukan swasembada pangan, karena Indonesia sangat potensial untuk melakukan hal tersebut. (Ant/E-2)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut HUT ke-80 RI merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap kemandirian pangan nasional.
Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran berpandangan dengan adanya wacana penghapusan kuota impor dapat membuat proses impor pangan lebih efisien.
PEMERINTAH memastikan rencana peningkatan impor pangan dari Amerika Serikat, seperti gandum dan kedelai, tidak akan mengganggu program swasembada nasional.
Pemerintah akan memberikan perlindungan terhadap para petani dan peternak di dalam negeri seiring dimunculkannya rencana kebijakan penghapusan kuota impor oleh Presiden Prabowo Subianto.
PRESIDEN Prabowo Subianto telah memerintahkan penghapusan kuota impor, terutama untuk komoditas yang berkaitan langsung dengan hajat hidup orang banyak seperti daging, bawang putih dan lainnya.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Presiden Prabowo menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Gubernur Khofifah atas capaian Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional 2025.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved