Jumat 18 November 2022, 13:26 WIB

Buruh: UU Ciptaker Tidak Bisa Dijadikan Landasan Penghitungan UMP

Putri Anisa Yuliani | Ekonomi
Buruh: UU Ciptaker Tidak Bisa Dijadikan Landasan Penghitungan UMP

ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
Pengunjukrasa dari sejumlah elemen buruh membawa poster saat mengikuti aksi di depan Balai Kota DKI Jakarta

 

PERWAKILAN Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (Perda KSPI) menyampaikan dengan tegas menolak penetapan UMP DKI Jakarta tahun 2023 dengan mendasarkan pada PP No 36 Tahun 2021. Demikian disampaikan oleh Ketua Perda KSPI DKI Jakarta, Winarso.

Ia menyampaikan, ada beberapa alasan mengapa PP 36/2021 tidak bisa digunakan sebagai dasar hukum penetapan UMP DKI Jakarta tahun 2023. Alasan yang pertama, UU Cipta Kerja sudah dinyatakan inskonstitusional bersyarat oleh Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, karena PP 36/2021 adalah aturan turunan dari UU Cipta Kerja, maka tidak bisa digunakan sebagai acuan dalam penetapan UMP/UMK.

“Karena PP 36/2021 tidak digunakan sebagai dasar hukum, maka ada dua dasar yang bisa digunakan,” kata Winarso dalam keterangan resmi, Jumat (18/11).

Yang pertama adalah menggunakan PP No 78 Tahun 2015. Di mana kenaikan upah minimum besarnya dihitung dari nilai inflansi ditambah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan dasar hukum kedua, Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan Permenaker khusus untuk menetapan UMP/UMK Tahun 2023.

Alasan kedua PP 36/2021 tidak bisa digunakan adalah akibat kenaikan harga BBM dan upah tidak naik 3 tahun berturut-turut menyebabkan daya beli buruh turun 30%. Oleh karena itu, daya beli buruh yang turun tersebut harus dinaikkan dengan menghitung inflansi dan pertumbuhan ekonomi.

Winarso menambahkan, ketika menggunakan PP 36/2021, maka nilai kenaikan UMP DKI Jakarta di bawah inflansi. Sehingga daya beli buruh akan semakin terpuruk.

Alasan ketiga, inflansi secara umum mencapai 6,5%. Oleh karena itu, harus ada penyesuaian antara harga barang dan kenaikan upah.

Baca juga: Pekerja dan Pengusaha Mulai Rasakan Dampak Ancaman Resesi Global

"Kalau menggunakan PP 36, kenaikannya hanya 2-4%. Ini kan maunya Apindo. Mereka tidak punya akal sehat dan hati. Masak naik upah di bawah inflansi,” ujarnya lagi.

"Selanjutnya, perhitungan pengupahan menggunakan PP 36/2021 yang dijadikan alasan pengusaha akan terjadi resesi global dan adanya 25 ribu buruh di PHK itu adalah cerita bohong. Karena berdasarkan data yang ada, resesi tidak terjadi di Indonesia," imbuhnya.

“Resesi itu terjadi jika dalam dua quartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya negatif. Sedangkan saat ini pertumbuhan ekonomi kita selalu positif,” kata Winarso.

Winarso mengatakan, inflasi 6,5% adalah inflansi umum. Secara khusus, konsumsi yang kenaikannya signifikan adalah makanan yang naik 15%,sektor transportasi naik lebih dari 30%, dan harga sewa rumah sebesar 12,5%.

“Litbang Partai Buruh memprediksi, pertumbuhan ekonomi bisa berkisar rata-rata 4-5% Januari-Desember 2022. Kalau inflasi 6,5% dan pertumbuhan ekonomi 4-5%, yang paling masuk akal angka kompromi kenaikan UMP/UMK adalah di atas 6,5% hingga 13%,” katanya.

Dengan kata lain, kenaikannya harus lebih tinggi dari angka inflansi dan ditambah dengan alfa atau pertumbuhan ekonomi.

Winarso menegaskan, apabila Menaker memaksakan menggunakan PP 36/2021, buruh SKI Jakarta akan melakukan aksi bergelombang dan membesar, bahkan mogok nasional pada pertengahan Desember. Mogok ini diikuti oleh 5 juta buruh di seluruh provinsi Indonesia.

“Puluhan pabrik akan setop berproduksi, kalau Apindo dan Pemerintah memaksakan. Kami yakin Menteri Tenaga Kerja menggunakan dasar-dasar yang rasional, tidak menggunakan PP Nomor 36 tahun 2021, tapi PP Nomor 78 Tahun 2015 ” pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Dok.Ist

Perlu sikap Adaptif dan Kolaboratif Hadapi Pariwisata di Era Kebiasaan Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 16:40 WIB
Pada era kebangkitan pariwisata pasca Pandemi ini, perlu aksi dan kolaborasi antar sesama pelaku...
Dok.Badak LNG

Kisah Program Salin Swara, Upaya Badak LNG Kelola Sampah Berbasis Investasi Berkelanjutan

👤Mediandonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 16:15 WIB
Pendekatan investasi tersebut diharapkan menjadi stimulus untuk mengelola...
Dok. Deli Group Indonesai

Tunjuk Agmez Mo jadi Brand Ambassador, Deli Group Makin Serius Garap Pasar Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:37 WIB
Karakter Agnez Mo yang multitalenta, enerjik, dan go international dianggap sangat cocok dengan Deli, yang mempunyai varian produk sangat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya