Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menjanjikan ketersediaan lahan untuk tebu dalam mewujudkan program swasembada gula. Dalam kunjungan ke Kebun Tebu Temu Giring Mojokerto, Jawa Timur, Presiden Jokowi menjanjikan pengadaan lahan seluas 700 ribu hektare. Saat ini, presiden mengungkapkan lahan yang baru tersedia seluas 180ribu hektare.
"Kalau kita bisa menyiapkan 700 ribu hektare, kita akan mandiri swasembada gula dalam 5 tahun ke depan. Akan saya siapkan yang 700ribu," ujar presiden seusai kunjungan dikutip dari laman YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (4/11).
Presiden mengakui untuk menyediakan lahan seluas 700 ribu hektare tidak mudah, apalagi di Pulau Jawa. Oleh karena itu, program tersebut akan tersebar di beberapa daerah yang telah mempunyai perkebunan tebu antara lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan luar Pulau Jawa. "Karena lahan 700rb hektare bukan lahan yang kecil dengan sekuat tenaga akan kita siapkan," ucap presiden.
Baca juga: Moeldoko : Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tetap Tumbuh, Tapi Melambat pada 2023
Apabila swasembada gula dapat tercapai, presiden mengatakan tebu tersebut dapat digunakan untuk bahan bakar bioetanol 5 (B5) dan bioetanol 10 (B10). Bioetanol merupakan etanol yang digunakan sebagai bahan bakal alternatif selain bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan.
Hal yang sama, ujar presiden, sudah dilakukan pada sawit yang diolah menjadi biodiesel 20 (B20).
"Kalau gulanya tercapai, sebagian (tebu) bisa dilarikan entah proses molase (produk sampingan dari gula) atau langsung itu akan masuk ke etanol yang akan kita mulai dengan E5, jalan E10, E20. Kayak kita main dulu B20, B30 untuk sawit, yang saya senang kita sudah ketemu jurusnya sehingga tinggal implementasi yang harus terus diawasi," papar presiden. (OL-4)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat.
Pengadaan beras tahun 2025 pun tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani any quality dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut agenda tersebut diharapkan menjadi simbol keberlanjutan swasembada beras nasional.
Pengumuman swasembada pangan perlu disertai kejelasan definisi dan konteks produksi. Ia mengingatkan secara historis, panen raya padi di Indonesia berlangsung pada Februari hingga Mei.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 yang digelar HKTI menjadi ajang konsolidasi sektor pertanian untuk memperkuat Swasembada Pangan,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved