Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Prabowo Dijadwalkan ke Karawang, Penegasan Swasembada Beras

M Ilham Ramadhan Avisena
07/1/2026 10:00
Prabowo Dijadwalkan ke Karawang, Penegasan Swasembada Beras
Ilustrasi(ANTARA)

PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan bakal berkunjung ke Karawang hari ini. Itu sekaligus akan dijadikan sebagai momentum penegasan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam satu tahun terakhir.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, capaian yang dirayakan di Karawang adalah keberhasilan swasembada karbohidrat, khususnya beras. Meski demikian, pemerintah menegaskan belum sepenuhnya mencapai swasembada pangan secara menyeluruh.

"Agendanya sebenarnya adalah besok (Rabu (7/1) itu penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras. Belum swasembada pangan karena pangan terdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat dalam hal ini beras," ujar Prasetyo kepada pewarta di Hambalang, Selasa (6/1) malam. 

Prasetyo menyebut agenda tersebut diharapkan menjadi simbol keberlanjutan swasembada beras nasional. Pemerintah, kata dia, tidak ingin lengah meski cadangan beras nasional saat ini mencatatkan rekor tertinggi.

"Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog di tangan pemerintah," ujar Prasetyo.

Menurutnya, berbagai faktor kunci terus dijaga agar produksi tidak menurun, mulai dari ketersediaan pupuk, irigasi, intensifikasi pertanian, hingga pengembangan benih sesuai karakter wilayah.

"Satu, masalah pupuk, ketersediaan pupuk, dan kita sudah berhasil juga menurunkan harga pupuk sampai 20%. Kemudian irigasi, kemudian juga intensifikasi, kemudian bibit atau benih-benih juga dikembangkan sesuai dengan daerah masing-masing," terang Prasetyo. 

Mengenai kemungkinan ekspor beras, Prasetyo menyatakan pemerintah saat ini masih memprioritaskan kebutuhan dalam negeri dan bantuan kemanusiaan.

"Sementara baru membantu Palestina. Tapi kalau ada beberapa permintaan memang dari beberapa negara-negara sahabat kita, kalau memang kita sanggup ya kita akan berikan bantuan," ujar Prasetyo.

Ia menegaskan, sejak 2025 Indonesia tidak lagi mengimpor beras. Namun Presiden memberi penekanan agar keberhasilan ini tidak membuat jajaran pemerintah berpuas diri.

"Bapak Presiden memberikan penekanan-penekanan bahwa secepatnya kita harus juga berhasil swasembada selain beras," kata Prasetyo. 

Dia menyebut, pemerintah menargetkan swasembada jagung, bawang, dan protein hewani. Untuk sektor protein, Presiden memberi perhatian khusus pada percepatan pembangunan kampung nelayan dan penguatan sektor kelautan dan perikanan.

Selain itu, pemerintah telah menyepakati pembangunan sekitar 1.582 kapal tangkap ikan sebagai bagian dari upaya memperkuat pasokan protein nasional. Pengembangan budidaya ikan darat juga akan dipercepat dengan melibatkan Badan Gizi Nasional sebagai offtaker.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kebutuhan protein nasional meningkat signifikan. Pemerintah menargetkan pada Mei mendatang jumlah penerima MBG mencapai 82 juta orang.

"MBG kalau nanti semua sudah berjalan tadi targetnya di bulan Mei kita sudah bisa mencapai 82 juta penerima. Kalau satu hari saja menunya adalah telur maka dibutuhkan 82 juta butir telur satu hari," ujar Prasetyo.

Ia menambahkan, kebutuhan protein dari MBG juga berdampak besar pada sektor peternakan. "Per hari ini kurang lebih ayam yang dibutuhkan hampir mencapai 800 juta ekor ayam yang kita butuhkan untuk memenuhi semua protein. Itu hanya dari kebutuhan MBG," tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya