Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 yang dirangkaikan dengan Temu Tani Nasional sebagai ajang konsolidasi besar sektor pertanian. Agenda ini ditujukan untuk menyelaraskan langkah strategis organisasi dengan arah pembangunan pertanian dan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam Visi Asta Cita Presiden Prabowo.
Kegiatan akan berlangsung pada Rabu (3/12), di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Sekitar 1.500 peserta dijadwalkan hadir, meliputi petani, pelaku usaha tani, akademisi, penyuluh, unsur pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, hingga elemen pendukung sektor pertanian lainnya.
Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Abdul Kadir Karding, menyebut Rakernas dan Temu Tani Nasional sebagai momentum penting untuk memperkuat peran HKTI dalam mendukung kemandirian pangan dan keberlanjutan pembangunan pertanian nasional.
“Rakernas HKTI 2025 bukan hanya agenda organisasi, namun menjadi gerakan nasional untuk terus memajukan pertanian Indonesia ke depan. Kami ingin memastikan Swasembada Pangan yang berkelanjutan dan penguatan hilirisasi pertanian. Tentu juga yang utama yakni kesejahteraan dan kemakmuran petani dan produsen pangan skala kecil lainnya, sesuai dengan program prioritas Presiden Prabowo” ujar Abdul Kadir Karding dalam keterangan yang diterima, Selasa (2/12).
Ia menekankan pentingnya penguatan peran petani sebagai subjek utama pembangunan pertanian, bukan lah objek kebijakan.
“Kemandirian petani harus menjadi prioritas. Mulai dari jaminan tanah, sarana produksi, akses pembiayaan, kepastian harga, modernisasi alat dan teknologi, hingga jaminan keberlanjutan usaha tani. Karena itu, HKTI terus bersinergi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian/lembaga terkait untuk bekerja bersama mewujudkannya”, tambahnya.
Pada waktu yang sama, Wakil Ketua Umum DPN HKTI, Suroyo, menegaskan bahwa Temu Tani Nasional dirancang sebagai ruang pertemuan besar seluruh pemangku kepentingan pertanian lintas sektor.
“Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 kami rancang sebagai ajang konsolidasi nasional stakeholder pertanian, petani, pengusaha, akademisi, pemerintah, penyuluh, mahasiswa, pemuda, sampai lembaga keuangan, untuk menyatukan persepsi melanjutkan kemajuan pertanian 2025 dan langkah bersama menghadapi tantangan pertanian ke depan,” tutur Suroyo.
Ia menjelaskan bahwa agenda utama yang akan dibahas meliputi penguatan Swasembada Pangan yang berkelanjutan dan percepatan hilirisasi pertanian. Selanjutnya regenerasi petani, akses permodalan, alih teknologi, serta perlindungan dan pemberdayaan petani.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan Temu Mahasiswa Pertanian dan Peternakan guna mendorong peran generasi muda dalam pembangunan pertanian nasional.
“Kami menyadari masa depan pertanian berada di tangan generasi muda. Karena itu, Temu Mahasiswa kami siapkan sebagai ruang dialog, inspirasi, dan penguatan komitmen agar anak muda tidak ragu terjun ke sektor pertanian,” pungkas Suroyo.
Rakernas HKTI 2025 juga akan menjadi forum penetapan program kerja nasional organisasi, penguatan struktur kelembagaan HKTI, serta perumusan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah pusat dan daerah.
“HKTI harus menjadi organisasi petani yang solid, profesional, dan berpengaruh dalam kebijakan publik. Rakernas ini akan mempertegas posisi HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun pertanian Indonesia yang maju,” kata Suroyo. (P-4)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Data Januari-Agustus 2025 mencatat impor pangan sudah masuk indikasi tren mengkhawatirkan.
Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dianggap sudah menunjukkan konsistensi kuat dalam memperjuangkan kedaulatan pangan nasional.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti mendukung penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang akan memperketat larangan alih fungsi lahan sawah.
Pengadaan beras tahun 2025 pun tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani any quality dengan harga Rp6.500 per kilogram.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut agenda tersebut diharapkan menjadi simbol keberlanjutan swasembada beras nasional.
Pengumuman swasembada pangan perlu disertai kejelasan definisi dan konteks produksi. Ia mengingatkan secara historis, panen raya padi di Indonesia berlangsung pada Februari hingga Mei.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa sepanjang 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras sama sekali. Menurutnya, hal itu menandai tonggak sejarah baru dalam ketahanan pangan nasional.
Anggota DPR Rokhmin Dahuri soroti pendapatan petani yang masih rendah, hanya Rp 2,4 juta per bulan, meski produksi beras nasional 2025 diproyeksikan mencapai 34 juta ton
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved