Sabtu 29 Oktober 2022, 14:34 WIB

Dapat Pendanaan Hingga US$1 Juta, Sambal Bakar Fokus Lakukan Ekspansi dan Inovasi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Dapat Pendanaan Hingga US$1 Juta, Sambal Bakar Fokus Lakukan Ekspansi dan Inovasi

Dok. Pribadi
Pendanaan Pre-Seed US$1 Juta untuk Sambal Bakar Indonesia dari private investment

 

BISNIS kuliner di Tanah Air terus menarik minat para investor untuk menanamkan investasinya karena prospektif. Terbaru, PT Sambal Bakar Indonesia, pengelola brand Sambal Bakar Indonesia berhasil meraih pendanaan awal atau pre-seed funding senilai US$ 1 juta atau setara dengan Rp15 miliar (kurs Rp 15.000/US$).

Sambal Bakar Indonesia adalah restoran yang hadir berkat permintaan para followers TikTok dari selebgram Benjamin Master Adhisurya atau biasa disapa Iben Ma, sang pemilik. Bisnis rumah makan ini baru dibuka pada Juli 2022 dan saat ini akun Instagram-nya sudah diikuti lebih dari 118.000 orang.

Restoran khas Indonesia itu juga terhitung menjadi rumah makan unik pertama yang mendapatkan pendanaan awal US$1 juta dari investor private investment. Pendanaan pre-seed ini biasa diartikan sebagai tahap pendanaan awal startup.

CEO Sambal Bakar Richard Theodore mengatakan, pendanaan itu akan digunakan untuk memperluas pengembangan produk, layanan, serta basis pelanggan. Dana ini juga akan dialokasikan untuk pengembangan SDM berkualitas dan peningkatan daya saing di pasar. 

"Strategi jangka pendek, katanya, akan dilakukan dengan memperluas layanan dan mengembangkan bisnis secara terstruktur dan masif di area Jabodetabek dengan membuka 8 outlet tahun ini dan 30 outlet di tahun depan," katanya di Jakarta, Sabtu (29/10). 

Untuk jangka panjang, perusahaan akan menghadirkan produk khas Indonesia yang baru, unik, menarik, dan autentik ke para pelanggan. Iben Ma menambahkan, upaya melakukan inovasi juga terus dilakukan, seperti membuat konsep drive-thru untuk memudahkan konsumen. 

"Kami melihat makanan Indonesia juga perlu mudah diakses oleh konsumen seperti konsep drive-thru. Kami juga akan menghadirkan produk dalam kemasan yang dapat ditemukan pada minimarket di seluruh Indonesia agar konsumen dapat lebih mudah menikmati produk Sambal Bakar," ujar Iben Ma. 

Sebelum mendapatkan pendanaan awal, dia menjelaskan, selama ini perusahaan mengandalkan strategi bootstrapping atau ekspansi dengan memanfaatkan modal dari satu pihak, baik itu pendiri (founder) maupun pemilik (owner) untuk membuka produk dan layanan pertama.

Iben menambahkan,berbeda dari yang lain, sambal yang digunakan restorannya mempunyai keunikan sendiri dengan cara dibakar, selain itu Brand Sambal Bakar lahir dari konsep yang diinginkan oleh masyarakat dengan tagar #IbenBikinRestoran yang telah ditonton lebih dari 80 juta kali pada akun tiktok. 

Baca juga : Erick: Wisata ke LN Sekali Saja, Dalam Negeri Harus Banyak

"Ini membuat brand mempunyai komunikasi 2 arah dengan konsumen atau dengan kata lain selalu mendengarkan konsumennya. Konsep ini jarang diterapkan sebuah brand, bahkan brand market leader sekalipun. Setiap harinya kami melayani kurang lebih 1.200 pengunjung dan lebih dari 10.000 kilogram cabai yang telah diolah," jelasnya. 

Menurut dia, sambal bakar mempunyai daya tarik tersendiri karena menunya yang bervariasi dan harga yang sangat ramah di kantong. Keunikan sambal bakar ini adalah pengunjung bisa langsung menikmati hidangan di atas cobek yang sebelumnya dibakar di kompor. 

Sambal bakar juga menjual berbagai macam lauk pauk, tak hanya ayam, tersedia juga ikan gurame, cumi, iga bakar, paru, kulit, usus, kikil, dan masih banyak lagi.

Iben Ma menjelaskan, perseroan akan membagi dua target yakni jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek, periode di bawah 3 tahun, yakni target pembukaan outlet sebanyak 150 outlet di seluruh Indonesia. Tujuan jangka panjang, di atas 10 tahun, yakni membidik target 500 outlet di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

“Kami akan menerapkan sistem operasional layaknya fast food global brand untuk meningkatkan pelayanan dan standarisasi produk di seluruh restoran kami. Kami yakin makanan Indonesia dapat bersaing secara global maupun dengan brand global di tanah air dan menjadi market leader diantara brand global tersebut.” kata Iben.

Namun Iben juga memaparkan tantangan di bisnis kuliner. Saat ini market share kuliner masih didominasi banyak global brand di pasar Indonesia. Namun sejak 3 tahun terakhir, banyak bermunculan brand Indonesia dengan kualitas dan kuantitas yang dapat bersaing di pasar. 

Sebab itu, katanya, ke depan, tantangan global seperti kenaikan bahan pangan merupakan tantangan terbesar yang akan dihadapi industri. 

"Tetapi sebagai negara agraris, Indonesia memiliki ketahanan pangan yang cukup kuat dan tidak bergantung kepada negara lain ini menjadi keunggulan dan keuntungan bagi kita," pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

dok.ist

Ganjar Tawarkan Investasi Mudah, Murah, Cepat dan Bebas Pungli di Jawa Tengah

👤Haryanto 🕔Rabu 30 November 2022, 17:20 WIB
GANJAR telah menyiapkan skema peningkatan ekonomi yang telah disusun bersama dengan pemerintah pusat dan BI. Hal itu bertujuan untuk...
 MI/Widjajadi

Holding Danareksa juga Urus Aset Kripto dan Perdagangan Karbon

👤Widjajadi 🕔Rabu 30 November 2022, 16:46 WIB
PT Danareksa (Persero) sejak Juli 2022 resmi menjadi BUMN Holding yang terdiri atas 15 entitas anak dan asosiasi yang terbagi dalam 5...
Antara

Pesan Presiden ke Menteri Investasi: Perbaiki Kecepatan OSS

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 30 November 2022, 16:40 WIB
Menurut Kepala Negara, dirinya kerap menerima laporan bahwa pelayanan dalam platform OSS tidak secepat yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya