Selasa 16 Agustus 2022, 16:30 WIB

Presiden: Ketidakpastian Global bukan Alasan untuk Pesimistis

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Presiden: Ketidakpastian Global bukan Alasan untuk Pesimistis

Antara
Presiden Jokowi menyampaikan pidato pengantar RUU APBN 2023 beserta Nota Keuangan.

 

KETIDAKPASTIAN global yang berpotensi membayangi perekonomian pada tahun depan, bukan alasan untuk menjadi pesimistis. 

Pasalnya, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk terus mendorong perekonomian ke level yang baik. Hal itu ditekankan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato Pengantar APBN 2023 dan Nota Keuangannya..

"Ketidakpastian global tidak boleh membuat kita pesimistis. Dalam delapan tahun terakhir, kita telah memupuk modal penting untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih kondusif," kata Jokowi, sapaan akrabnya, dalam Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR-DPD RI, Selasa (16/8).

Baca juga: RI Siap Jadi Produsen Kunci Baterai Lithium Global

Modal Indonesia itu harus diperkuat dengan pembangunan infrastruktur yang masif dan perbaikan kualitas sumber daya manusia. Serta, penyederhanaan aturan berusaha dan berinvestasi, sebagai upaya kunci memperkuat fondasi perekonomian nasional.

Transformasi struktural juga bakal terus dipacu untuk membangun mesin pertumbuhan ekonomi yang lebih solid dan berkelanjutan. Hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi turut diperkuat.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi hijau. Selain itu, penggunaan produk dalam negeri harus diprioritaskan, guna mengurangi ketergantungan impor. Ekonomi digital perlu difasilitasi, agar UMKM naik kelas dan melahirkan decacorn baru kelas dunia. 

Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Rp811,7 Triliun untuk Transfer Daerah di 2023

"Keseimbangan kebijakan makro-fiskal juga terus dijaga. Konsolidasi fiskal menjadi sangat krusial. Kesehatan APBN ditingkatkan, agar adaptif dan responsif dalam jangka menengah-panjang," pungkas Presiden.

Menurut Jokowi, sejumlah langkah perlu dilakukan lantaran risiko perekonomian global diperkirakan masih terjadi pada 2023. Oleh karena itu, optimisme mesti dipupuk, alih-alih mengembangkan rasa pesimis menatap tahun depan.

Pihaknya meminta semua pihak untuk tetap waspada. Kewaspadaan itu juga bentuk anitisipasi terhadap dampak pelemahan ekonomi global yang mungkin merambat ke dalam negeri. Apalagi, saat ini konflik geopolitik dan perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan eskalasi gangguan aspek suplai komoditas.(OL-11)
 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus K

BI Berupaya Kendalikan Inflasi

👤M Ilham Ramadhan A 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 07:23 WIB
"Kami terus terang sudah mempunyai proyeksi inflasi pascakenaikan BBM subsidi sampai akhir 2023. Kami melakukan tracking sesuai survei...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Gelar Festival UMKM di The Breeze BSD

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 07:22 WIB
Festival UMKM tahun ini mengusung tema Kolaborasi UMKM Menuju Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat yang selaras dengan semangat...
Ist

BI: Fundamen Ekonomi Indonesia Masih Cukup Baik

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 06:26 WIB
Kondisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang masih mencatatkan surplus sebesar US$2,4 miliar pada triwulan II 2022. Kondisi itu jauh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya