Selasa 16 Agustus 2022, 16:14 WIB

Dorong BUMN dan Swasta Turut Memproduksi Tanaman Pangan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Dorong BUMN dan Swasta Turut Memproduksi Tanaman Pangan

Antara/Syifa Yulinnas.
Petani merawat tanaman cabai di kebun miliknya di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Minggu (7/8/2022).

 

PENINGKATAN produksi pangan lokal dan substitusi komoditas pangan impor yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dinilai positif. Dipadu dengan langkah lain, cara itu berbuah ketahanan pangan yang tangguh selama pandemi covid-19.

Mencapai dan mempertahankan prestasi ini tentu tidak mudah. "Dalam jangka pendek, saya lebih mendorong peran BUMN dan swasta yang punya HGU (hak guna usaha) ditugasi (memproduksi pangan)," kata Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso ketika dihubungi, Minggu (14/8).

Alasannya, BUMN dan swasta yang punya HGU juga punya program replanting. Penanaman kembali ini bisa diselingi dengan tanaman pangan, seperti jagung, kedelai, dan sorgum.

Mantan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian itu menekankan, dengan menggandeng pihak swasta dan BUMN pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan petani dalam ketersediaan pangan. "Beri tugas BUMN dan swasta yang memiliki HGU lahan ratusan ribu, bahkan jutaan hektare (untuk memproduksi pangan)," kata Sutarto.

Diberitakan sebelumnya, International Rice Research Institute (IRRI) menyerahkan penghargaan Sistem Pertanian-Pangan Tangguh dan Swasembada Beras Tahun 2019-2021 melalui Penggunaan Teknologi Inovasi Padi kepada Pemerintah Indonesia. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal IRRI Jean Balie kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Minggu (14/8). Rektor IPB University yang hadir dalam penyerahan penghargaan itu mengatakan, keberhasilan Indonesia ini dapat dicapai karena tiga hal yaitu intensifikasi, ekstensifikasi, dan program diversifikasi, serta pengembangan varietas unggulan. 

Sutarto Alimoeso menilai upaya yang dilakukan Kementan dengan meningkatkan produksi pangan lokal untuk mensubstitusi komoditas pangan impor dan melakukan ekstensifikasi lahan melalui program food estate atau lumbung pangan merupakan hal positif. "Menurut saya, kedua program tersebut bagus dengan catatan tepat tempat dan tepat teknologi serta tepat pasar. Dampaknya atau hasilnya relatif terasa dalam jangka menengah-panjang," kata dia.

Food Estate merupakan program pemerintah, salah satunya lewat Kementan, untuk memperluas lahan pertanian agar ketahanan pangan Indonesia semakin kuat. Food estate mengambil lokasi di dua provinsi Indonesia, yakni Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah. Untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa komoditas pangan impor, seperti kedelai dan gandum, Kementan tengah menggalakkan peningkatan produksi pangan lokal agar dapat mensubstitusi komoditas tersebut. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ist/Youtube

WEFIS 2023 Paparkan Peluang dan Strategi bagi Trader & Investor

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 14:07 WIB
Forum trader dan investor terbesar dan satu-satunya di Indonesia: World Economic Forum Investment & Strategy (WEFIS) 2023 yang...
Dok. Ist

Komitmen Karbon Netral, PHE Terapkan ESG dalam Kegiatan Operasi

👤Media Indonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 13:46 WIB
ESG sangat krusial, terlebih di era transisi energi dan isu perubahan iklim yang gejalanya sudah mulai...
Setpres

BLT BBM Bentuk Keberpihakan Pemerintah kepada Rakyat Secara Optimal

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 11:32 WIB
Pemerintah menyiapkan BLT BBM untuk 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp150 ribu sebanyak empat kali dengan total anggaran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya