Kamis 07 Juli 2022, 06:30 WIB

Kesulitan Jual CPO, Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kesulitan Jual CPO, Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi

dok.ant
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tengah dimuat ke truk untuk diangkut ke pabrik kelapa sawit di Jambi.

 

TANGKI penyimpanan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sentra perkebunan sawit hampir penuh. Akibatnya, pabrik kelapa sawit (PKS) mulai membatasi pembelian tandan buah segar (TBS) milik petani mandiri (non mitra).

Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Jambi Agus Rizal mengatakan PKS semakin sulit menerima TBS petani. Kalaupun diterima, harga TBS petani sangat rendah. Apalagi kondisi tanki penyimpanan CPO sudah penuh.

“Jadi kondisi saat ini yang kondisinya paling hancur itu selain TBS milik petani juga pabrik-pabrik kelapa sawit,” kata Agus Rizal, Rabu (6/7/2022).

Menurut Agus Rizal, penuhnya tangki penyimpanan ini karena PKS sulit menjual CPO-nya. Kalau pun ada yang membeli, harganya sangat rendah. Kondisi ekspor yang belum normal juga memberikan pengaruh terhadap rendahnya harga TBS.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi Tidar Bagaskara mengatakan bahwa kondisi saat ini banyak tangki CPO milik PKS yang hampir penuh. Akibatnya, mereka tidak lagi membeli TBS milik petani swadaya atau mandiri.

Bahkan sudah ada empat PKS yang menghentikan operasinya karena tangki CPOnya benar-benar sudah penuh. “Dari keempat PKS tersebut, satu milik anggota GAPKI dan yang tiga PKS bukan anggota GAPKI,” kata Tidar Bagaskara.

Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, GAPKI Jambi, kata Tidar, telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan unsur Pemerintah Provinsi Jambi. Menurutnya, Gubernur Jambi sangat mendukung untuk mencarikan solusi.

"Solusinya seandainya ada kesulitan di masalah transportasi kapal angkutan, Pak Gubernur siap membantu berkoordinasi ke Kemenhub. Kalau masalah pajak ekspor, dia siap berkomunikasi dengan Kemenkeu. Artinya di Provinsi Jambi semuanya mendukung bagaimana untuk meningkatkan harga TBS dan ekspor CPO kembali lancar. Namun semuanya kan regulasi ada di pemerintah pusat,” kata Tidar.

Baca Juga: Harga Sawit di Aceh Rp800 per Kg, Petani Lesu

Senada dengan Tidar, Ketua GAPKI  Sumatera Barat Bambang Wiguritno mengatakan tangki-tangki penyimpanan CPO di Sumatera Barat juga hampir penuh, bahkan beberapa minggu yang lalu ada yang sudah penuh sehingga menghentikan operasinya. Karena berhenti operasi, maka PKS tersebut tidak membeli TBS petani.

"Saat itu ada empat PKS yang menghentikan operasinya,” kata Bambang.

Menurut Bambang, PKS yang mempunyai kontrak dengan buyer CPO, tangkinya tidak penuh, masih ada space sekitar 30%. “Tapi tetap mengkhawatirkan karena ekspor sendiri kan sebenarnya masih tersendat. Itulah yang mengakibatkan harga TBS belum stabil,” katanya. (OL-13)

Baca Juga: Mendag Klaim Harga Minyak Goreng Curah Sudah Rp14 Ribu per ...

Baca Juga

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Transformasi Ekonomi Digital Mesti Siapkan Infrastruktur dan SDM

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 29 September 2022, 17:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai ekonomi  digital Indonesia akan mencapai 150 Miliar US...
Antara/Jessica Helena Wuysang.

Barantan Terapkan Layanan Terpadu untuk Genjot Ekspor Pertanian

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 17:08 WIB
Layanan teritegrasi, termasuk dengan instansi eksternal, itu dilakukan melalui Badan Karantina Pertanian...
Antara

RI Ingin Tekan Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Hingga Rp281,9 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 September 2022, 16:49 WIB
Dalam pembangunan rendah karbon, pemerintah memiliki lima strategi untuk digencarkan. Seperti, penanganan limbah, ekonomi sirkular dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya