Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PETANI kelapa sawit di kawasan Provinsi Aceh sekarang semakin resah. Pasalnya harga sawit tandan buah segar (TBS) sejak dua pekan terakhir semakin menurun.
Pantauan Media Indonesia di Kabupaten Aceh Utara, harga sawit tandan buah segar sejak tiga hari terakhir berkisar Rp800 hingga Rp900 per kg. Harga tersebut lebih murah dari pekan lalu berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500 per kg.
Kondisi harga yang tidak berpihak terhadap petani sawit itu terus menerus terjadi sejak dua bulan terakhir. Ini terlihat dari harga sawit pertengahan Mei lalu yang berkisar Rp1.700 hingga Rp1.900 per kg.
"Harga Rp800 sekarang adalah yang terendah sejak awal Januari 2022. Kondisi ini kami seperti tidak ada perlindungan sedikitpun dari pemerintah," tutur Teungku Zakaria, petani sawit di Kemukiman Pirak, Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (29/6).
Teungku Zakaria yang juga tokoh masyarakat Matangkuli itu mepertanyakan latar belakang harga jual sawit dari petani terus anjlok sedangkan minyak goreng tetap mahal. Harga tidak berimbang ini selain tergilas petani juga mengundang kemelaratan masyarakat banyak.
Karena turun harga bertubi-tubi, sebagian petani di Aceh Utara hilang semangat untuk memanen buah jenis palem penghasil minyak goreng itu. Bahkan ada di antara petani mulai membiarkan kebun sawit mereka.
Baca juga: Bocah Hanyut Dilempar Ibunya ke Sungai Denai belum Ditemukan
"Sekarang serba salah. Kalau memetik hasil panen, berhadapan dengan harga rendah yang tidak sesuai lagi ongkos kerja. Lalu dibiarkan saja tidak memetik tentu dapat merusak pohon dan mengganggu produksi ke depan," kata Bakhtiar, petani sawit di Desa Blang Ara, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.
Mereka tentu berharap ada secercah harapan terkait kebijakan penguasa terkait pasar sawit, CPO, dan minyak goreng. Petani seperti tidak menghiraukan pejabat tinggi setingkat menteri yang nengurus pasar nasional dan domestik. Namun nasib perekonomian warga cukup terkait dengan kebijakan pasar oleh penguasa negeri ini. (OL-14)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved