Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menagih hasil nyata dari penyaluran anggaran sebesar ratusan triliun untuk program ketahanan pangan dalam beberapa tahun terakhir.
Jokowi, sapaan akrabnya, menyebut pada 2018, pemerintah menggelontorkan Rp86 triliun untuk menjalankan berbagai kebijakan di sektor pangan. Angka itu terus menanjak di tahun-tahun berikutnya. Pada 2022, jumlah yang diberikan mencapai Rp92,3 triliun.
"Gede banget loh ini. Hasilnya apa setiap tahun? Konkretnya apa?" tanya Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin (20/6).
Baca juga: Presiden: Tingkatkan Produksi Pangan Sebesar-Besarnya
Apabila tidak ada hasil signifikan yang bisa diperoleh, pihaknya mengancam untuk mengalihkan dana tersebut untuk program yang lebih jelas dan terlihat hasilnya. Dalam hal ini, pengadaan beras secara langsung baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kalau hasilnya tidak jelas, Rp92,3 triliun tadi kita pakai saja. Kita belikan beras untuk stok saja," imbuhnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan Kepala Negara, anggaran ketahanan pangan sebesar Rp92,3 triliun dan terbagi-bagi ke berbagai kementerian/lembaga.
Baca juga: Diperlukan Kebijakan Antisipatif untuk Atasi Ancaman Krisis Pangan
Kementerian PUPR memperoleh porsi Rp15,5 triliun dan Kementerian Pertanian mendapat jatah Rp14,5 triliun. Lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengantongi Rp6,1 triliun, berikut sejumlah kementerian/lembaga lain menerima Rp0,6 triliun.
Selanjutnya, ada anggaran khusus untuk subsidi pupuk Rp25,3 triliun, pengadaan cadangan beras Rp3 triliun dan program stabilitas harga pangan Rp2,6 triliun.
Kemudian, cadangan subsidi pupuk Rp2,9 triliun dan sisanya Rp21,9 triliun ditransfer ke daerah dalam bentuk DAK.(OL-11)

Setelah mendapatkan persetujuan dari para peserta sidang yang diiringi ketukan palu, Rano kemudian membacakan poin kesimpulan kedua yang berfokus pada pembenahan internal.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Publik masih menunggu langkah pemerintahan Prabowo dalam merespons berbagai masalah dengan langkah-langkah korektif.
Sikap partai berlambang banteng tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya perilaku masyarakat yang merasa paling tahu segalanya, terutama soal isu-isu politik dan pemerintahan.
Realisasi belanja negara hingga akhir November 2025 masih berada di bawah target yang ditetapkan.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan ketersediaan dana untuk penanganan bencana setelah melakukan penyisiran anggaran negara yang mencapai Rp60 triliun.
Pakar UGM Zaenur Rohman mengatakan, pemerintah mesti lebih dulu memastikan kelayakan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya sebelum akhirnya dieksekusi.
Sebelumnya pada Senin, Presiden Donald Trump mengatakan kegagalan pemungutan suara lainnya dapat memicu PHK di kalangan pegawai federal.
mendesak agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dibubarkan karena dianggap tidak memiliki fungsi yang jelas dan manfaat yang dirasakan masyarakat
Anggota DPR RI Rio Alexander Jeremia Dondokambey, mengingatkan pemerintah agar setiap anggaran negara dikelola secara transparan, akuntabel, dan melalui pembahasan bersama DPR.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved