Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei kepada perbankan menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada April 2022 sebesar 59,9%. Itu bernilai positif meski lebih rendah dibandingkan SBT bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 87,0%.
Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan kredit baru pada April 2022 terindikasi pada seluruh kategori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru pada April 2022 juga terindikasi tumbuh positif pada seluruh jenis kredit, dengan SBT tertinggi pada Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar 70,6%.
Berdasarkan kategori lapangan usaha, penyaluran kredit baru pada April 2022 terutama diprioritaskan kepada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Lalu, diikuti oleh industri pengolahan/manufaktur, konstruksi, serta pertanian, kehutanan dan perikanan.
Baca juga: BI Dorong Digitalisasi untuk Memulihkan Sektor UMKM
"Faktor utama yang memengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru pada April 2022, yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah. Serta, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Kamis (19/5).
Penyaluran kredit baru diperkirakan kembali meningkat pada Mei 2022. Terindikasi dari nilai SBT dengan perkiraan penyaluran kredit baru Mei 2022 sebesar 64,696. Pertumbuhan positif penyaluran kredit baru pada Mei 2022 diprediksi terjadi pada seluruh kategori bank dan seluruh jenis penggunaan.
Kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada April 2022 diprakirakan lebih longgar, dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu terindikasi dari SBT perubahan lending standard April 2022 minus 0,8%, atau masih berada pada area longgar (SBT yang bernilai negatif). Sedikit lebih rendah dibandingkan SBT hasil survei periode sebelumnya sebesar -0,3%.
Baca juga: Bertemu CEO Boeing, Menhub Bahas Kerja Sama Suplai Pesawat
Kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar pada April 2022 terindikasi pada jenis KPR dan kredit konsumsi lainnya dengan SBT yang bernilai negatif. Sementara, lending standard pada jenis Kredit Investasi (KI) dan KMK terindikasi sedikit lebih ketat dibandingkan bulan sebelumnya.
Faktor yang memengaruhi perubahan standar pemberian kredit pada April 2022 antara lain proyeksi ekonomi ke depan, risk appetite bank, kondisi likuiditas bank dan kondisi sektor riil.
Untuk keseluruhan periode kuartal II 2022, penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Hal itu terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru kuartal II 2022 hasil survei April 2022 sebesar 79,0%. Itu lebih tinggi dibandingkan 52,9% pada triwulan I 2022.(OL-11)
Ingin tukar uang baru untuk Lebaran 2026? Simak panduan lengkap cara daftar di PINTAR BI, jadwal resmi, hingga syarat penukaran paket Rp5,3 juta. Cek linknya di sini!
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved