Kamis 19 Mei 2022, 13:31 WIB

Penyaluran Kredit Baru di April Melambat, Kembali Meningkat di Mei

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Penyaluran Kredit Baru di April Melambat, Kembali Meningkat di Mei

Antara
Pekerja memeriksa dandang yang diproduksi di kawasan Cikalang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

HASIL survei kepada perbankan menunjukkan bahwa Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada April 2022 sebesar 59,9%. Itu bernilai positif meski lebih rendah dibandingkan SBT bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 87,0%.

Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan kredit baru pada April 2022 terindikasi pada seluruh kategori bank. Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru pada April 2022 juga terindikasi tumbuh positif pada seluruh jenis kredit, dengan SBT tertinggi pada Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar 70,6%.

Berdasarkan kategori lapangan usaha, penyaluran kredit baru pada April 2022 terutama diprioritaskan kepada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Lalu, diikuti oleh industri pengolahan/manufaktur, konstruksi, serta pertanian, kehutanan dan perikanan.

Baca juga: BI Dorong Digitalisasi untuk Memulihkan Sektor UMKM

"Faktor utama yang memengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru pada April 2022, yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah. Serta, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Kamis (19/5).

Penyaluran kredit baru diperkirakan kembali meningkat pada Mei 2022. Terindikasi dari nilai SBT dengan perkiraan penyaluran kredit baru Mei 2022 sebesar 64,696. Pertumbuhan positif penyaluran kredit baru pada Mei 2022 diprediksi terjadi pada seluruh kategori bank dan seluruh jenis penggunaan.

Kebijakan penyaluran kredit (lending standard) pada April 2022 diprakirakan lebih longgar, dibandingkan bulan sebelumnya. Hal itu terindikasi dari SBT perubahan lending standard April 2022 minus 0,8%, atau masih berada pada area longgar (SBT yang bernilai negatif). Sedikit lebih rendah dibandingkan SBT hasil survei periode sebelumnya sebesar -0,3%.

Baca juga: Bertemu CEO Boeing, Menhub Bahas Kerja Sama Suplai Pesawat

Kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar pada April 2022 terindikasi pada jenis KPR dan kredit konsumsi lainnya dengan SBT yang bernilai negatif. Sementara, lending standard pada jenis Kredit Investasi (KI) dan KMK terindikasi sedikit lebih ketat dibandingkan bulan sebelumnya.

Faktor yang memengaruhi perubahan standar pemberian kredit pada April 2022 antara lain proyeksi ekonomi ke depan, risk appetite bank, kondisi likuiditas bank dan kondisi sektor riil.

Untuk keseluruhan periode kuartal II 2022, penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi. Hal itu terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru kuartal II 2022 hasil survei April 2022 sebesar 79,0%. Itu lebih tinggi dibandingkan 52,9% pada triwulan I 2022.(OL-11)

Baca Juga

Dok. JULO

Literasi Finansial Digital, JULO Gelar Kampanye Siap Melesat dan Gelar Charity Run Bantu UMKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:21 WIB
Mikhal menegaskan pentingnya memanfaatkan akses kredit secara tepat untuk peningkatan kualitas...
AFP/Yasin Akgul.

Inflasi Turki Sentuh Level Tertinggi dalam Dua Dekade

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:00 WIB
Data menunjukkan bahwa inflasi utama didorong oleh lonjakan 123,4% dalam biaya transportasi dan peningkatan 94% pada minuman...
Dok.PLN

Menteri ESDM Respon Ketertarikan Rusia Kembangkan nuklir di Indonesia

👤Mediaindonesia 🕔Senin 04 Juli 2022, 15:00 WIB
Menurutnya, tawaran kerja sama bilateral dalam hal pengembangan nuklir bukan hanya dari Rusia saja, tetapi juga sejumlah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya