Jumat 13 Mei 2022, 08:36 WIB

Batu Bara Bikin Harga Listrik Indonesia Murah, Begini Penjelasannya

mediaindonesia.com | Ekonomi
Batu Bara Bikin Harga Listrik Indonesia Murah, Begini Penjelasannya

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Sejumlah truk pengangkut batu bara melintasi jalan tambang batu bara di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalsel.

 

BATU bara menjadi komoditas utama energi nasional dengan kontribusi paling besar dibandingkan energi lain. Sumber daya ini juga menyebabkan harga tarif dasar listrik di Indonesia cenderung murah. 

Sebagai negara penghasil batu bara terbesar di dunia, komoditas ini ikut memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Salah satunya berdampak pada tarif dasar listrilk nasional.

Selama ini, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara masih menjadi pembangkit listrik paling kompetitif dibandingkan dengan pembangkit lainnya.

Pemerintah dalam beberapa kesempatan menjabarkan bahwa saat ini harga listik dari PLTU hanya sekitar US$6 – 8 sen per kWh.

Harga tersebut sangat jauh berbeda bila dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga surya + baterai. PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa biaya produksi listrik untuk PLTS + baterai dapat mencapai US$12 sen per kWh. Namun begitu, harga EBT diharapkan dapat terus turun di masa depan seiring pelaksanaan transisi energi. 

Baca juga: Presiden Janjikan Percepatan Pembangunan Industri Hilir Batu Bara

Dari jenis pembangkitnya, hingga kini PLTU masih menguasai pembangkit secara nasional dengan porsi 36,9 gigawatt (GW) listrik. Jumlah ini setara 50 persen dari total kapasitas terpasang energi nasional yakni sekitar 73,73 GW sampai Desember 2021.

Selain itu disusul oleh PLTGU 12,4 GW, PLTG/MG 8,5 GW, PLTD 4,9 GW hingga PLTA 6,4 GW. 

“Listrik merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat modern. Saya piker kita semua sepakat, bahwa kita bisa bayangkan kehidupan kita kalau tidak ada listrik,” jelas Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Puji Muhardi, Puji Muhardi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan menjelaskan bahwa kelistrikan di Tanah Air didominasi pengelolaannya oleh PLN sebesar 59%, kemudian independent power producer (IPP) sebesar 28% serta sejumlah instansi lainnya.

“Energy mix yang disebut bauran energi, listrik yang kita nikmati sampai saat ini, nyaris 66 persennya datang dari PLTU. Itu suatu kebanggaan, juga suatu tantangan,” katanya. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyebutkan bahwa batu bara akan dioptimalkan selama masa transisi energi. Dia memperkirakan baru bara masih cukup menjanjikan sebagai sumber energi dalam satu hingga dua decade ke depan. 

“Sejauh ini batu bara terbukti masih sebagai sumber energi yang paling murah (affordable).Selain itu, batu bara juga memenuhi beberapa unsur untuk ketahanan energi yaitu, availability (ketersediaan yang relatif masih cukup banyak), acceptability (dapat diterima apalagi dengan perkembangan teknologi pembangkit listrik yang rendah emisi – clean coal technology), dan accessibility (mudah di akses),” terangnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

LPS: Ada Perbaikan Riil di Perekonomian

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:20 WIB
Menggambarkan fondasi ekonomi semakin kuat, dan gejolak global artinya tidak mengganggu fundamental ekonomi...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Subdisi Energi Naik, Banggar Setujui APBN 2022 Jadi Rp3.106 Triliun

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:15 WIB
Adapun besaran  belanja negara pada APBN 2022 menjadi Rp3.106...
Antara

Transfer BI-Fast di Bank Mandiri Tembus 35 Juta Transaksi

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 19 Mei 2022, 16:40 WIB
BI-Fast dinilai mampu mendorong pertumbuhan transaksi perbankan melalui Livin' by Mandiri. Tecermin pada peningkatan hingga 600 juta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya