Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mengunumkan pembatalan l rencana pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa saat ini pemerintah bakal mencari alternatif PLTU pengganti PLTU Cirebon-1 untuk dipensiunkan lebih awal (early retirement).
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu pertimbangan PLTU Cirebon-1 tidak jadi pensiun dini karena pertimbangan teknis bahwa PLTU tersebut masih layak secara teknologi dan berumur panjang.
“Jadi salah satunya (alasan) ada pertimbangan teknis karena Cirebon itu salah satunya yang umurnya masih panjang, dan teknologinya juga sudah critical, super critical. Itu lebih baik sehingga nanti dicarikan alternatif lain yang usianya lebih tua, dan lebih terhadap lingkungannya memang sudah perlu di-retire,” kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (5/12).
Pemerintah, lanjut Airlangga, telah memastikan untuk menyiapkan pengganti PLTU tua yang beremisi lebih tinggi dibandingkan PLTU Cirebon-1. Namun demikian, dirinya tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait daftar atau pipeline PLTU yang lebih mendesak.
"Alternatifnya PLTU juga," ungkap Airlangga.
Saat ditanya lebih lanjut terkait daftar PLTU yang akan lebih dulu pensiun, dirinya menyatakan bahwa saat ini kajian tersebut tengah dilakukan oleh PT PLN (Persero). Namun, ia menyebutkan lokasi PLTU tersebut masih berlokasi di Pulau Jawa.
"Nantinya ada PLTU yang lebih tua, karena banyak PLTU yang tua, (lokasinya) di Jawa juga. Ada pipeline-nya, PLN lagi nge-list. Nanti tanya PLN," pungkasnya. (E-4)
False solutions adalah distraksi teknokratis yang memberi jalan bagi korporasi untuk terus menghasilkan emisi dan merusak hutan, sambil mengabaikan krisis iklim yang sedang dihadapi.
Tersangka lainnya berinisial HYL selaku Dirut PT Praba telah diperiksa Selasa, 18 November 2025. Namun, apa saja materi pemeriksaan tidak dipublikasikan.
ORGANISASI Climate Rights International (CRI) merilis laporan terkait industri nikel di Indonesia yang dianggap merusak lingkungan dan merampas hak masyarakat di sekitar tambang dan smelter
Total ada 65 aksi dan lima ahli dimintai keterangan dan diketahui proyek ini telah menimbulkan kerugian keuangan negara 62.410.523,20 USD (setara Rp1,350 triliun) dan Rp323.199.898.
Bonggol dan jerami jagung yang semula dianggap tidak bernilai kini dapat dijual untuk diolah menjadi biomassa sebagai bahan bakar alternatif atau co-firing di PLTU Tanjung Awar-Awar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved