Kamis 12 Mei 2022, 21:06 WIB

Ini Langkah Cepat Kementan dalam Atasi PMK

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ini Langkah Cepat Kementan dalam Atasi PMK

Ist/Kementan
Terkait penanganan PMK, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Desa Paya Meta, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (12/5).

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Desa Paya Meta, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (12/5). Kunjungan Mentan tersebut dalam rangka meninjau sapi yang terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). 

Menurut Mentan SYL, mitigasi dan antisipasi Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan Satgas dalam menghadapi penyebarluasan virus PMK patut diapresiasi.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, memerintahkan Kementerian Pertanian bersama Satgas yang didalamnya ada TNI,  Kepolisian, Kejaksaan dan lintas kementerian untuk berada di daerah-daerah yang sudah ditetapkan PMK," kata Mentan SYL.

Selain Jawa Timur, Provinsi Aceh khususnya Kabupaten Aceh Tamiang sebagai daerah wabah PMK. Penetapan ini buntut terinfeksinya 2.555 ekor sapi  dan 13 ekor sapi yang terkonfirmasi mati.

Baca juga: Pemerintah Kendalikan Dampak Wabah PMK di Aceh Tamiang

Menurut Mentan SYL, ada tiga agenda yang akan dilakukan Kementan dalam menanggulangi PMK yang berlaku secara nasional.

Agenda pertama menurutnya adalah agenda temporary, yaitu dengan pengadaan vaksin, melakukan vaksinasi darurat, dan pembatasan lalu lintas hewan serta produk hewan.

"Kami juga menyiapkan agenda SOS, seperti melakukan pemusnahan terbatas ternak yang terkonfirmasi positif PMK, pemberlakuan lockdown zona wabah pada tingkat kecamatan/Kabupaten di setiap wilayah, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait SOP Pencegahan dan pengendalian PMK," ujarnya.

Agenda ketiga, lanjut Mentan yaitu Agenda Permanen, melalui pembuatan vaksin oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), vaksinasi massal dan surveilans secara rutin.

Di hadapan masyarakat yang hadir, Mentan SYL menegaskan bahwa PMK bisa ditangani dengan baik. Langkah yang dilakukan Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Tamiang dalam menanggulangi wabah ini sudah sesuai dengan harapan banyak orang.

"Dari sekian banyak hewan ternak yang menjadi suspect ternyata bisa disembuhkan. Intinya dalam menghadapi PMK ini jangan panik," pungkasnya.

Sementara itu Bupati Aceh Tamiang, Mursil yang mendampingi Mentan dalam kunjungan tersebut mengungkapkan bahwa lockdown menjadi pilihan saat ini. 

"Sapi-sapi dari Aceh Tamiang tidak boleh keluar dan sapi dari luar tidak boleh masuk ke sini. Demi kepentingan bersama," ujar Mursil. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

RI-Swiss Teken Perjanjian Perlindungan Penanaman Modal 

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:39 WIB
Adapun perjanjian dibuat dalam rangka kerja sama ekonomi, khususnya investasi kedua negara, dengan memberikan perlindungan hukum dan...
Ist

Unit Usaha dan Mitra APP Sinar Mas Raih Penghargaan SMK3 dari Kemenaker

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 14:38 WIB
Penghargaan tersebut adalah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan  untuk kategori...
Dok.Setwapres

Koreksi dari Jubir, Tidak Benar Wapres Minta Menunda Rencana Merger BTN Syariah

👤Emir Chaerullah 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:25 WIB
Informasi tersebut, setelah ditelisik, bersumber dari rilis yang diproduksi Humas DPP...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya