Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kementan Perkuat Pengembangan Pertanian Dataran Tinggi Indonesia

Abdillah M Marzuqi
05/12/2025 22:53
Kementan Perkuat Pengembangan Pertanian Dataran Tinggi Indonesia
Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto(Dok.HO/Kementan)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan lahan pertanian di dataran tinggi indonesia yang memiliki potensi mencapai 5,51 juta hektar. Kawasan ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menegaskan bahwa Kementan saat ini fokus pada percepatan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani antara lain melalui program The Development of Integrated System in Uplnad Areas Project (UPLAND). Program itu mengembangkan kawasan pertanian dataran tinggi yang didanai oleh IFAD dan ISDB. Program itu bukan sekadar proyek biasa, ini adalah lompatan besar menuju pertanian modern yang terpadu, produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

"Karakteristik tanah dataran tinggi sangat mendukung untuk ditingkatkan kesuburannya sehingga kemampuan tanah dalam menyediakan kondisi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman di dataran tinggi dapat terpenuhi, " ujarnya dalam keterangan yang diterima (5/12).

Pendekatan Terintegrasi

Program UPLAND hadir dengan pendekatan sistem pertanian terpadu yang menyentuh semua rantai produksi dan pasca panen (on-farm dan off-farm).

Menurut Hermanto, program itu merupakan salah satu kebijakan strategis untuk mengurangi kemiskinan masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di dataran tinggi melalui mata pencaharian yang menguntungkan, berkelanjutan, dan tangguh. Ia juga menegaskan tujuan tersebut dicapai dengan mengembangkan sejumlah kegiatan terpadu yang dapat meningkatkan produktivitas, peningkatan pendapatan, penguatan mata pencaharian, dan ketahanan petani di lokasi terpilih. 

Dampak program ini sudah dirasakan langsung oleh petani. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, menyebut UPLAND berhasil membuka kembali peluang pertanian di wilayah selatan yang sebelumnya kekurangan air.

“Daerah yang dulu tidak bisa menanam padi, kini kembali produktif berkat ketersediaan irigasi. Program ini bahkan mendorong bangkitnya kembali potensi pertanian organik yang dulu sangat terkenal,” jelas Tatang.

Program itu disebut menjadi momentum kebangkitan bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, dan pendapatan petani yang berujung pada kesejahteraan masyarakat petani, dan mencetak generasi baru pertanian yang sehat dan bergizi, modern, mandiri, serta mendunia dalam prestasi.

“Dataran tinggi Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang potensial dan strategis di sektor pertanian di masa mendatang,” pungkas Hermanto. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik