Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ini Lima Strategi Menghadapi Fluktuasi Harga Pakan Bagi Peternak

Basuki Eka Purnama
07/1/2026 09:55
Ini Lima Strategi Menghadapi Fluktuasi Harga Pakan Bagi Peternak
Peternak membawa wadah berisi pakan untuk diberikan ke ayam di salah satu peternakan ayam tertutup di Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (30/11/2025).(ANTARA/Andry Denisah)

GEJOLAK harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia. Mengingat pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam produksi, efisiensi di sektor ini menjadi harga mati. Menanggapi persoalan tersebut, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Muhammad Ridla, memaparkan lima strategi utama guna meredam dampak fluktuasi harga bahan baku.

Langkah pertama yang ditawarkan adalah diversifikasi sumber bahan pakan. Prof. Ridla menekankan pentingnya bagi peternak untuk mulai melirik potensi bahan baku lokal dan limbah agroindustri. 

Upaya ini bertujuan untuk memutus ketergantungan pada bahan baku impor yang harganya sangat dipengaruhi pasar global, seperti bungkil kedelai atau soybean meal (SBM).

Kedua, peternak didorong untuk mulai mengadopsi pemanfaatan bioteknologi. Penggunaan teknologi seperti fermentasi, enzim, probiotik, hingga kultur mikroba dinilai efektif dalam mengolah bahan pakan yang mulanya berkualitas rendah.

MI/HO--Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Muhammad Ridla

"Teknologi ini mampu meningkatkan kecernaan, menaikkan nilai nutrisi bahan pakan murah, serta mengurangi pemborosan pakan," jelas Prof. Ridla.

Strategi ketiga berkaitan dengan ketepatan perhitungan nutrisi melalui formulasi pakan fleksibel atau least-cost formulation. 

Prof. Ridla menyarankan penggunaan perangkat lunak formulasi sederhana yang memungkinkan peternak mengganti bahan pakan dengan alternatif lain yang bernutrisi setara saat harga bahan tertentu melonjak. 

Melalui formulasi ini, keseimbangan energi, protein, dan asam amino tetap terjaga tanpa harus membebani biaya produksi.

Selanjutnya, strategi keempat adalah mendorong produksi pakan mandiri skala kelompok. Hal ini dapat direalisasikan melalui pendirian feed center atau unit penggilingan bersama di tingkat desa atau koperasi. 

Langkah kolektif ini diklaim mampu menurunkan biaya pakan hingga 10%–25%. Selain efisiensi harga melalui pembelian bahan baku dalam jumlah besar (grosir), risiko fluktuasi harga juga dapat ditanggung bersama oleh anggota kelompok.

Sebagai penutup, strategi kelima adalah penguatan manajemen pakan yang efisien. Dalam praktiknya, hal ini meliputi pengurangan limbah pakan (feed waste), teknik pencampuran pakan yang homogen, hingga penyesuaian porsi pemberian pakan yang sesuai dengan fase pertumbuhan ternak.

"Strategi ini mampu menjaga efisiensi konsumsi pakan meskipun harga bahan baku meningkat," tegasnya.

Melalui kombinasi kelima strategi ini, diharapkan para peternak memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi, sekaligus meningkatkan produktivitas ternak secara berkelanjutan. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik