Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian bagi Rakyat dan Peternak Telur

 Gana Buana
19/11/2025 20:42
Mentan Amran Tunjukkan Kepedulian bagi Rakyat dan Peternak Telur
Mentan Andi Amran Sulaiman dinilai peduli peternak ayam dan telur.(Dok. Kementan)

Para peternak ayam petelur menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas). Mereka menilai pemerintah hadir dan berpihak pada keberlangsungan usaha peternak serta menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga Telur Ayam Ras yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian pada Rabu (19/11/2025), para peternak menegaskan bahwa Mentan Amran merupakan figur yang turun langsung mendengarkan aspirasi mereka, memastikan produksi berjalan aman, sekaligus membela peternak kecil yang kerap terdesak oleh permainan rantai distribusi.

“Dari kami para peternak telur, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Andi Amran Sulaiman. Beliau sosok yang benar-benar peduli terhadap rakyat dan peternak kecil,” ujar Yesi, Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar.

Pernyataan serupa disampaikan Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso. Ia menilai Amran sebagai pejabat publik yang konsisten memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat. “Kami mewakili para peternak, khususnya dari Pinsar Petelur Nasional, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Amran yang selalu hadir di tengah kesulitan kami,” tuturnya.

Yudianto menambahkan bahwa Mentan Amran mampu menangani berbagai persoalan yang membelit peternak, mulai dari harga jagung, harga DOC, hingga harga telur. Menurutnya, kebijakan yang diambil Amran telah memberikan perlindungan nyata bagi peternak.

Ia juga menjelaskan bahwa harga telur di tingkat produsen sejauh ini tetap stabil di kisaran Rp24.000–Rp26.500 per kilogram sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP). Bahkan, produksi nasional sedang surplus sehingga tidak ada alasan pasokan menjadi pemicu kenaikan harga di pasar. Yudianto menyebut adanya praktik spekulasi dari oknum middleman yang menyebabkan harga melambung.

“Kami menjual sesuai HAP, tidak pernah menaikkan harga. Jadi kalau harga di pasar naik, siapa yang bermain?” ujarnya.

Menanggapi keluhan para peternak, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan pihak-pihak yang mempermainkan harga dan merugikan masyarakat. Ia meminta Satgas Pangan Polri menindak tegas pelaku yang melanggar, khususnya di 177 kabupaten/kota yang harga telurnya tercatat di atas HAP. “Yang nakal itu middleman. Satgas Pangan, saya umumkan: cabut izinnya. Kalau perlu, tangkap,” tegasnya.

Amran menambahkan, kenaikan harga telur yang sempat terjadi bersifat sementara dan akan kembali terkoreksi, terlebih harga DOC telah turun dari Rp14.000 menjadi Rp11.500. Pemerintah juga tengah mengkaji pengaturan HPP jagung, HAP jagung pakan, serta HAP telur ayam ras guna memastikan seluruh pelaku usaha—mulai dari petani, peternak, hingga konsumen—mendapat perlindungan yang proporsional.

Di hadapan para peternak, Amran kembali menegaskan komitmennya: “Saya datang untuk membela kalian. Saya berdiri di depan untuk kalian semua. Yang besar kita jaga, yang kecil terlebih lagi. Jangan ada yang tertindas. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi,” tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik