Minggu 08 Mei 2022, 14:17 WIB

BNI Menyasar Downstream Sector  

mediaindonesia.com | Ekonomi
BNI Menyasar Downstream Sector  

Ist/BNI
Gedung BNI di Jakarta.

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI (kode saham: BBNI) menangkap peluang pengembangan bisnis ke area sektor downstream atau sektor turunan komoditas.

Permintaan pada sektor - sektor turunan kini mulai meningkat seiring pemulihan pasca-pandemi Covid - 19.  

Corporate Secretary BNI Mucharom menyampaikan, potensi pertumbuhan kredit tahun ini tergolong cukup tinggi. Banyak sektor yang kembali membukukan peningkatan kinerja cukup baik sehingga mendorong kinerja, khususnya dari sektor turunan komoditas.  

Hal ini pun sejalan dengan arahan dari pemerintah agar komoditas andalan Tanah Air dapat dijual ke luar negeri dengan nilai tambah lebih tinggi.  

"Sektor downstream komoditi ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Kami melihat banyak pembangunan smelter akan sangat marak dan besar. Pemerintah mulai banyak melarang barang yang belum jadi sehingga semua proses pengolahan terjadi di dalam negeri. Kami berharap ini menjadi engine pertumbuhan segmen korporasi swasta kami," katanya. 

Baca juga:  BNI Lebih Dari Sekadar Pemberi Modal Kerja Bagi UMKM di Amerika Serikat

Mucharom mengutarakan, pertumbuhan kredit BNI tahun ini masih sesuai target awal tahun. Beberapa nasabah top tier sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja seperti infrastruktur, listrik dan gas, pergudangan dan digital.

Hal ini juga sejalan dengan penurunan restrukturisasi kredit sehingga membantu BNI untuk dapat melakukan ekspansi lebih berkualitas.  

"Kami akan tetap dengan target awal kami di high single digit. Kami lihat potensi pertumbuhan tinggi sejak awal tahun ini, sehingga kami cukup percaya diri," sebutnya. 

Adapun, kredit di segmen Business Banking masih menjadi motor akselerasi bisnis kredit BNI.

Pertumbuhan ini terutama pembiayaan ke segmen korporasi swasta yang tumbuh 9,9% yoy menjadi Rp193,2 triliun; segmen large commercial yang tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp46,1 triliun; segmen UMKM juga tumbuh 11,8% yoy dengan nilai kredit Rp98 triliun.

Secara keseluruhan kredit di sektor business banking ini tumbuh 4,8% yoy menjadi Rp 489,3 triliun. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

PLN Kebut Proyek Kelistrikan di Kawasan Industri Kalsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:39 WIB
Salah satunya, pengembangan Sebuku Indonesia Industrial Park (SIIP) di Pulau Sebuku, Kabupaten...
Ist

Sandiaga Uno Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:32 WIB
Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus berkembang, dan inovasi serta kolaborasi para entrepreuner jadi kunci kebangkitan ekonomi...
MI/ Abdillah M Marzuqi

Hari Pelaut Sedunia 2022 Momentum Lahirnya UU Pelaut

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:25 WIB
Menurut Hakeng, hingga saat ini, profesi pelaut masih membutuhkan instrumen peraturan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya