Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat memahami situasi kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok saat ini. Ia menjelaskan persoalan itu terjadi karena kondisi geopolitik dan perekonomian dunia yang sedang tidak stabil.
"Saya harap masyarakat bisa memahami. Mengelola negara itu tidak hanya dengan memikirkan kondisi dalam negeri. Ini terjadi karena kondisi di luar negeri. Lonjakan harga komoditas global dan disrupsi rantai pasok dunia terjadi karena krisis geopolitik antara Ukraina dan Rusia," ujar Moeldoko melalui keterangan resmi, Selasa (19/4).
Ia pun menyadari bahwa masyarakat sudah sangat resah dengan kondisi terkini. Namun, Moeldoko meminta publik tetap bersabar.
Pemerintah, lanjutnya, telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diharapkan bisa membantu masyarakat terutama yang berada di golongan bawah.
Baca juga: Mendag Sebut Harga Barang Kebutuhan Pokok Masih Aman dan Stabil
Ia juga mengajak masyarakat untuk bisa menyiasati situasi sulit saat ini dengan melakukan sejumlah upaya mandiri sebagai langkah adaptasi.
“Jika harga cabai naik, mari tanam cabai di rumah masing-masing. Jadi saat harga cabai mahal, kita tidak bingung. Saya sudah melakukannya. Kalau tidak percaya, silakan datang ke rumah saya,” ucap mantan panglima TNI itu.
“Saya harap masyarakat bisa kreatif. Mari kita bersama-sama berusaha dan bekerja karena pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri,” tandas Moeldoko. (OL-4)
JELANG Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya merangkak naik.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Kenaikan juga terjadi pada sayuran, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, beras dan terigu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved