Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR saham Asia merespons berita tentang kekhawatiran pertumbuhan di Tiongkok dan penaikan suku bunga di Amerika Serikat pada Selasa (19/4). Bursa Jepang naik sedikit lebih tinggi, tetapi Hong Kong turun tajam di awal perdagangan.
Angka pertumbuhan ekonomi Tiongkok untuk kuartal pertama 2022 sebesar 4,8% pada Senin. Ini melebihi ekspektasi. Namun pemerintahnya memperingatkan tantangan signifikan di depan.
Shanghai, pusat ekonomi negara itu, berada dalam pergolakan penguncian covid-19 yang intens dengan pembatasan sehingga menutup jalur pasokan. Wabah itu juga melanda pusat teknologi Shenzhen dan keranjang gandum timur laut Jilin.
Baca juga: Ini Pendapatan Presiden Amerika Serikat Joe Biden selama 2021
Investor akhirnya menimbang terkait upaya untuk mengangkat ekonomi oleh pembuat kebijakan Tiongkok dengan menahan pemotongan suku bunga akan mampu atau tidak untuk mengimbangi kebijakan nol covid-19 Beijing. "Keengganan untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut sebelum covid-19 terkendali berarti bahwa sentimen pasar mungkin akan tetap suram dalam beberapa minggu mendatang," tim Gavekal Dragonomics mengatakan kepada Bloomberg.
"Namun, ekuitas akan reli lebih keras jika penguncian dicabut dan pembuat kebijakan mulai menebus pertumbuhan yang hilang dengan langkah-langkah pelonggaran tambahan."
Nikkei 225 Jepang membuat keuntungan yang sehat di awal perdagangan bersama dengan Korea Selatan, Tiongkok daratan, Taiwan, dan Australia. Semua naik tipis.
Namun Hong Kong anjlok lebih dari 2,5% pada jam pertama perdagangan setelah empat hari libur. Dampak pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat untuk memerangi inflasi menjadi variabel lain yang diawasi ketat oleh investor.
Baca juga: Bank Dunia Rencanakan Dana Krisis Baru hingga US$170 Miliar
Sementara itu, harga minyak terus naik karena National Oil Corporation milik Libia mengumumkan penutupan operasi di lokasi-lokasi utama setelah staf di terminal ekspor utama Zueitina dan ladang minyak Al-Sharara dilarang bekerja. Stephen Innes dari SPI Asset Management mengatakan kenaikan harga menunjukkan reaktifnya pasar minyak terhadap guncangan pasokan.
Yen Jepang melanjutkan penurunannya terhadap dolar AS setelah melewati level terendah baru dalam 20 tahun pada Senin. Ini mencerminkan akomodasi yang berkelanjutan dari kebijakan moneter Jepang dan pembuat kebijakan AS yang bergerak untuk menaikkan suku bunga. (AFP/OL-14)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
UNICEF memberikan apresiasi tinggi atas komitmen kepemimpinan Indonesia dalam membangun kualitas generasi masa depan melalui penguatan gizi ibu dan anak.
Industri baja nasional tengah menghadapi tekanan global dan tantangan struktural, termasuk masuknya produk baja impor berharga rendah yang menekan daya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved