Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT energi Ugan Gandar mengatakan meski harga Pertamax mengalami kenaikan menjadi Rp12.500 per liter, dampaknya diklaim tidak signifikan dibandingkan lonjakan harga minyak goreng.
Menurutnya, BBM dengan nilai oktan (RON) 92 itu lebih banyak dikonsumsi masyarakat menengah ke atas, berbeda dengan minyak goreng yang digunakan hampir seluruh kalangan masyarakat.
“Kalau kita bandingkan kenaikan harga Pertamax dengan kenaikan harga minyak goreng, yang sempat langka, dampaknya sangat berbeda," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/4).
Baca juga: Penaikan Pertamax, Presiden: Kelangkaan Energi dan Kenaikan Harga Minyak Dunia
"Kenaikan harga minyak goreng sangat berdampak terhadap kehidupan seluruh lapisan masyarakat,” tambah Ugan.
Dia menyebut, porsi penjualan Pertamax di 2021 dikatakan relatif kecil hanya sekitar 13-16% dari total konsumsi BBM di Indonesia.
Mantan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) itu juga menjelaskan, jika dibandingkan dengan harga dunia ataupun di Asia, harga BBM di Indonesia paling rendah karena pemerintah masih memberikan subsidi.
"Walaupun tidak bisa dibandingkan apple to apple, karena banyak variabel yang berpengaruh seperti wilayah dan sistem pendistribusian BBM," tuturnya.
Ugan kemudian menuturkan, sebelum harga naik, tanpa disadari selama ini masyarakat telah mendapat subsidi dari Pertamina karena Pertamax sebagai Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau nonsubsidi masih dijual di bawah harga keekonomian.
“Besaran subsidi dari Pertamina ini sebesar Rp3.500 per liter. Jika pengguna kendaraan mewah lebih dari 3 juta penduduk, bisa dibayangkan berapa besar biaya selisih harga keekonomian yang ditanggung oleh Pertamina?” ungkap Ugan.
Sementara untuk BBM Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) atau subsidi Biosolar yang disubsidi oleh pemerintah sekitar Rp7.800 per liter.
Ugan berpendapat seharusnya JBT ini selektif digunakan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah ataupun sesuai peruntukannya.
Ugan meyakini konsumen akan kembali mengonsumsi ke Pertamax karena yang diutamakan itu adalah menjaga kualitas mesin kendaraan untuk jangka panjang. (OL-1)
PT Pertamina resmi menurunkan harga Pertamax dan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi lainnya mulai 1 Januari 2026.
PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Desember 2025.
Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) pertamax series, khususnya pertamax turbo, terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur.
Kajian blending mulai dilakukan sejak 2015 dengan mencampur bensin beroktan rendah RON 88 dengan RON 92 hingga menghasilkan Pertalite dengan RON 90.
DIREKTUR Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan, penggunaan etanol dalam campuran bensin bukanlah hal baru di Indonesia.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM Pertamax atau RON 92 menjadi Rp12.500 per liter dari yang sebelumnya Rp12.100 liter.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka kasus korupsi ekspor CPO 2020–2024. Negara diperkirakan rugi Rp14,3 triliun akibat manipulasi klasifikasi produk untuk hindari aturan DMO.
Harga Minyakita di tingkat konsumen telah ditetapkan dan wajib dipatuhi seluruh pelaku usaha. Harga Minyakita di tingkat konsumen yakni Rp15.700 per liter.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Program Millers for Nutrition ada di 8 negara, 4 di Afrika dan 4 di Asia termasuk Indonesia.Koalisi ini bekerjasama dengan pelaku usaha terutama penggilingan dan refinery.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved