Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
EKS Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat PT Pertamina Patra Niaga, Edward Adolof Kawi menyataman seluruh proses pencampuran bahan bakar minyak (BBM) atau blending yang dilakukan PT Pertamina (Persero) telah sesuai dengan prosedur pengawasan mutu yang ketat.
Hal itu disampaikan Edward saat menjawab pertanyaan dari terdakwa sekaligus beneficial ownership PT Tangki Merak dan PT OTM, Muhammad Kerry Adrianto Riza di sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina.
"Mungkin pak Edward bisa bikin masyarakat tenang, istilah oplosan dibilang BBM merusak mobil. Selama sepengetahuan Pak Edward, apakah ada oplosan yang tidak sesuai spek sehingga merusak mobil dan motor?" tanya Kerry di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/11).
Edward lantas menjamin bahwa seluruh prosedur tersebut telah melalui proses quality control.
"Kalau yang dilakukan di terminal Patra Niaga, baik milik maupun sewa, kami sudah melakukan prosedur quality control tidak ada. Kami menjamin (tidak merusak mobil dan motor)," jawab Edward.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma Aji juga menanyakan perihal blending kepada Edward. Edward mengatakan blending merupakan pencampuran dari dua unsur yang berbeda.
Hakim Fajar lantas menanyakan sejak kapan Pertamina melakukan blending bahan bahan bakar minyak (BBM).
Edward mengungkapkan, praktik blending BBM di Indonesia pertama kali dilakukan Pertamina pada tahun 2007, yakni mencampur solar dengan FAME (Fatty Acid Methyl Ester) yang berasal dari minyak kelapa sawit mentah (CPO). Dari pencampuran itu lahirlah produk biosolar.
“Dulu campurannya 2,5%, sekarang sudah 40%, dan tahun depan rencananya menjadi 50%,” katanya.
Sementara untuk bahan bakar bensin, Eduward menjelaskan bahwa kajian blending mulai dilakukan sejak 2015 dengan mencampur bensin beroktan rendah RON 88 dengan RON 92 hingga menghasilkan Pertalite dengan RON 90.
“Yang paling tinggi RON 98, yaitu Pertamax Turbo, itu murni. Yang ada blending saat ini hanya yang RON 95 karena ada ethanol-nya. Blending-nya itu Pertamax 92 ditambah Pertamax Turbo 98 dan ethanol,” terangnya. (Cah/P-3)
PT Pertamina resmi menurunkan harga Pertamax dan sejumlah bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi lainnya mulai 1 Januari 2026.
PT Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Desember 2025.
Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) pertamax series, khususnya pertamax turbo, terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur.
DIREKTUR Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menjelaskan, penggunaan etanol dalam campuran bensin bukanlah hal baru di Indonesia.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga BBM Pertamax atau RON 92 menjadi Rp12.500 per liter dari yang sebelumnya Rp12.100 liter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved