Rabu 06 April 2022, 13:29 WIB

Soal Minyak Goreng-Pertamax, Presiden Tegur Mendag dan Menteri ESDM

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Soal Minyak Goreng-Pertamax, Presiden Tegur Mendag dan Menteri ESDM

DOK Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo.

 

PRESIDEN Joko Widodo kembali menegur sejumlah menterinya yang dianggap tidak menjalankan tugas dengan baik. Kali ini, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Menteri ESDM Arifin Tasrif yang terkena sentilan.

Dua sosok tersebut dinilai tidak bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait situasi terkini tentang komoditas pangan dan energi baik di lingkup nasional maupun global. Padahal, menurut Jokowi, langkah tersebut sangat krusial di tengah lonjakan harga berbagai komoditas strategis saat ini, yang kemudian berimplikasi langsung terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Tidak ada statement. Tidak ada komunikasi. Harga minyak goreng sudah empat bulan naik, tidak ada penjelasan apa-apa. Tidak ada penjelasan kenapa ini terjadi. Kemudian Pertamax. Menteri juga tidak memberikan penjelasan apa-apa mengenai ini," ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4).

Presiden menganggap menteri-menteri tersebut kurang memiliki empati kepada masyarakat yang sangat kesulitan karena naiknya harga bahan-bahan pokok. Mereka dinilai tidak memiliki sense of crisis sehingga bekerja seperti biasa-biasa saja.

"Hati-hati, ini Pertamax naik, diceritain dong kepada rakyat. Ada empatinya gitu, loh. Ini tidak ada. Yang berkaitan dengan energi tidak ada statement," ucap mantan wali kota Solo itu.

Jokowi pun menegaskan kepada seluruh menterinya untuk lebih merasakan yang dirasakan masyarakat untuk lebih mengerti yang dibutuhkan masyarakat. Jangan sampai, publik merasa diabaikan sehingga tidak puas dan menganggap pemerintah tidak pernah melakukan apapun untuk membantu mereka.

Baca juga: Buka Penjualan Tiket Mudik Lebaran, Damri Siapkan 460 Bus

"Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita, pernyataan-pernyataan kita itu harus memiliki sense of crisis, harus sensitif terhadap kesulitan kesulitan rakyat. Jangan sampai kita bekerja seperti biasa dan tidak dianggap oleh masyarakat tidak melakukan apa-apa. Atau mungkin memang juga tidak ngapa-ngapain, mungkin tidak kerja," tandasnya. (OL-14)

Baca Juga

Setpres

BLT BBM Bentuk Keberpihakan Pemerintah kepada Rakyat Secara Optimal

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 11:32 WIB
Pemerintah menyiapkan BLT BBM untuk 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp150 ribu sebanyak empat kali dengan total anggaran...
Ist/DPR

DPR: Biaya Visa on Arrival di Batam Banyak Dikeluhkan Wisatawan Asing

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 11:16 WIB
Biaya Visa on Arrival di Batam, Kepulauan Riau memberatkan bagi wisatawan mancanegara yang berwisata ke Pulau...
Ist/DPR

Anggota Komisi XI DPR Puteri Komarudin Ungkap Strategi Agar UMKM Naik Kelas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 10:37 WIB
Untuk mendorong UMKM bisa naik kelas, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai diperlukannya dukungan dari sisi legalitas,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya