Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) meminta ke pemerintah agar tidak mengintervensi terus kebijakan mengenai harga minyak goreng.
Penetapan harga eceran tertinggi (HET) pada minyak goreng dan komoditas lain dianggap tidak efektif diberlakukan di pasar tradisional, karena mayoritas pedagang menerapkan harga di atas ketentuan itu.
"Hari ini pemerintah akan mencabut HET (minyak goreng). Pemerintah enggak bisa mainin atau intervensi soal harga terus menerus. Serahkan saja ke pasar," kata Sekretaris Jenderal DPP Ikappi Reynaldi Sarjowan saat dihubungi wartawan, Rabu (16/3)
Dia beralasan selama ini para pedagang pasar tradisional mematok harga di atas HET untuk minyak goreng karena panjangnya rantai pasok.
Dijelaskan bahwa stok minyak goreng akan diambil distributor dari pabrik atau produsen. Lalu, didistribusikan lagi ke agen, kemudian baru masuk ke pedagang pasar.
Baca juga : Kapolri Turun Langsung ke Pasar Pastikan Stok Minyak Goreng untuk Warga Aman
"Jadi kalau dengan tahapan demi tahapan ini, harga pasti berubah. Sampai pasar sudah tinggi harganya. Makanya, kalau bisa rantai pasok dipangkas agar harga tidak tinggi," pinta Reynaldi.
Tak hanya minyak goreng, stok pangan di pasar juga mayoritas dipatok harga di atas HET. Ikappi mencontohkan seperti harga HET daging dengan kisaran Rp110 ribu per kg, dijual pedagang menjadi Rp140 ribu per kg. Lalu, HET cabai rawit dengan harga Rp35 ribuan per kg, menjadi Rp70 ribuan per kg.
Pemerintah pun didorong untuk menjaga produksi dan distribusi pangan berjalan lancar untuk meminimalisir kelangkaan stok.
Ikappi kemudian meminta agar setiap keputusan pemerintah yang menyangkut harga suatu komoditas pangan melibatkan para pedagang, bukan hanya produsen saja.
"Kita amati 1,5 bulan ini kebijakan minyak goreng kerap berubah tidak melibatkan pedagang sama sekali, hanya di tataran hulu saja. Kami berharap bisa keputusan itu melibatkan semua stakeholder, termasuk pedagang," pungkasnya. (OL-7)
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Turunnya HET pupuk bersubsidi ini cukup signifikan. Penurunan HET ini berlaku untuk semua jenis pupuk bersubsidi, baik pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Kakao, pupuk organik, maupun ZA.
ANGGOTA Komisi IV DPR RI Sonny T Danaparamita mempertanyakan tingginya harga beras di pasaran. Padahal, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat melimpah yakni mencapai 3,9 - 4 juta ton.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved