Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GENERASI milenial akan terus didorong oleh Kementerian Pertanian RI untuk mengembangkan usaha dan bisnis di sektor pertanian, dengan memaksimalkan pemanfaatan internet of things (IoT) untuk mendukung on farm dan hilirisasi hasil produksi pertanian.
“Generasi milenial adalah masa depan pertanian. Dari mereka kita harapkan hadir inovasi untuk membangun pertanian. Pertanian itu menjanjikan dan banyak yang bisa digarap,” pesan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, dalam berbagai kesempatan.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menegaskan bahwa sektor pertanian sangat menjanjikan.
“Pertanian memiliki banyak sekali sektor yang bisa digarap anak-anak muda. Pertanian itu menjanjikan dan menghasilkan, karena itu, kita berharap banyak anak muda yang terjun ke sektor ini,” katanya.
Sosok milenial yang layak dikedepankan satu di antaranya adalah Dias Satria, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada Universitas Brawijaya (FEB Unibraw) sekaligus Konsultan Ekonomi Kreatif pada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Dias Satria dijumpai oleh Sekretaris BPPSDMP Kementan Siti Munifah dalam lawatan ke Jawa Timur didampingi oleh Direktur Polbangtan Malang, Setya Budi Udrayana.
“Dias adalah dosen. Sepulang studi S3, ia tertantang oleh mahasiswa untuk buka usaha. Dias mengajar ekonomi, keuangan dan perbankan, tapi mahasiswa bertanya apakah bapak punya usaha? Itu menjadi pemicu, karena mahasiswanya sudah menjadi pengusaha,” kata Siti Munifah dalam keterangannya, Senin (7/3).
Menjawab tantangan dari mahasiswanya, Dias Satria mengembangkan aplikasi bisnis, yang kemudian dimanfaatkan oleh daerah untuk membangun network antar anak muda yang memiliki usaha bisnis usaha.
"Setelah dia meng-create aplikasi itu bersama timnya, Walikota Malang mengangkat dia sebagai staf ahli, Bupati Banyuwangi mengangkatnya sebagai desainer program untuk cari jagoan," kata Siti Munifah.
Dengan aplikasinya tersebut, katanya lagi, Dias bisa mempercepat proses pemasaran, mencari champion di sektor pertanian maupun hilirisasi. Semuanya berbasis IT,” katanya.
Siti Munifah melanjutkan, saat ini Dias dan timnya sedang menggarap IoT untuk on farm dan hilirisasi. “Nah, alumni Polbangtan yang banyak menggeluti usaha di bidang pertanian, kita dorong agar menjadi bagian dari kolaborasi cari champion tadi. Jadi Polbangtan bisa terus tumbuh. Dalam kunjungan ini, kita detailkan apa yang bisa dikembangkan bersama Polbangtan.”
Menurutnya, hal itu sejalan dengan tujuan Presidensi G20 yang akan mengangkat program entrepreneur Indonesia. "Spirit yang ingin dibangun adalah para pendidik jangan hanya mengajarkan di depan kelas, tapi bisa juga jadi pelaku usaha,” katanya.
Siti Munifah menambahkan, usaha-usaha sektor pertanian seperti ini bisa memanfaatkan produk pertanian dari hulu hingga hilir. "Manfaatkan konsep yang sudah diterapkan dan jadikan bahan untuk diskusi.”
Siti Munifah mengatakan, pertanian memiliki banyak sekali sektor untuk dikembangkan, dan semua harus dikerjasamakan. Misalnya Teaching Factory (TeFa) agroeduwisata atau apa pun, harus disiapkan. Juga petani perkotaan dengan agrofonik, yang pasti ada yang ditawarkan dan ditampilkan. (OL-13)
PETANI milenial tergabung dalam kelompok tani Pasirangin, Kota Tasikmalaya, memanen cabai merah di lahan seluas 250 bata dengan jumlah 7.000 pohon.
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Banyak orang sudah membuktikan bisa dapat penghasilan tanpa harus nunggu keterima kerja kantoran. Kuncinya bukan instan, tapi tahu jalur yang masuk akal dan mau konsisten jalani prosesnya.
Melalui BRImo, nasabah BRI bisa melakukan pembayaran TV kabel dan internet dengan cepat, aman, dan bahkan lebih hemat berkat promo cashback menarik.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur timur pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved