Selasa 01 Maret 2022, 18:34 WIB

Konflik Rusia-Ukraina Picu Kenaikan Harga Komoditas

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Konflik Rusia-Ukraina Picu Kenaikan Harga Komoditas

AFP
Sebuah mobil di Kharkiv, Ukraina, hancur akibat serangan bom dari pasukan militer Rusia.

 

KONFLIK geopolitik antara Rusia dan Ukraina memberikan sentimen positif terhadap beberapa komoditas, seperti minyak mentah dan emas.

Harga minyak mentah dari ladang minyak di Amerika Serikat (WTI) sepanjang Februari menguat hampir 9%. Pada awal Februari, harga minyak masih berada di level US$88,20 per barel, atau melonjak hingga level US$95,72 per barel pada penutupan periode Februari.

Bahkan, harga minyak sempat menyentuh US$100 per barel untuk pertama kali sejak pertengahan 2014. Selain itu, dilihat dari total transaksi kontrak minyak mentah di Bursa Komoditi ICDX, naik sebesar 16,98% menjadi 4.415 lot pada Februari. 

Baca juga: Jokowi : Perang di Ukraina Bikin Kelangkaan Kontainer dan Harga Minyak Naik

Apabila dilihat dari periode dimulainya konflik Rusia-Ukraina, total transaksi kontrak minyak mentah melonjak sebesar 165,69% dalam sepekan.

"Dari konflik antara Rusia dan Ukraina, pasar terlihat mewaspadai dampak pada sektor energi. Dikhawatirkan terjadi gangguan pasokan gas dan minyak ke wilayah Eropa, yang masuk melalui wilayah perbatasan, yakni Ukraina," ujar CEO ICDX Lamon Rutten, Selasa (1/3).

Akibat dari serangan yang dilakukan, Rusia mendapatkan sanksi dari negara-negara barat. Amerika Serikat (AS) membatasi transaksi Rusia dalam dolar, euro, pounds dan yen. Lima perbankan Rusia juga tidak luput, termasuk bank milik negara, yaitu Sberbank dan VTB.

Sberbank tidak akan dapat melakukan transfer uang tanpa ada bantuan dari bank AS. Sanksi yang diberikan berlanjut hingga sektor ekspor. Termasuk, barang elektronik, komputer hingga barang semikonduktor dan suku cadang pesawat terbang.

Baca juga: Konvoi Militer Rusia Mendekati Ibu Kota Ukraina

"Krisis Rusia-Ukraina menunjukkan bahwa siapa pun yang berinvestasi di pasar sekuritas, juga harus berinvestasi di pasar komoditas. Dalam masa krisis, pasar sekuritas mengalami tren penurunan, tetapi pasar komoditas naik," pungkas Lamon.

Menurutnya, kontrak komoditas emas dan minyak mentah yang tersedia di ICDX dapat dimanfaatkan pelaku pasar sebagai diversifikasi portofolio. Pun, terbukti kinerjanya sangat baik di beberapa hari terakhir.

Volume transaksi multilateral ICDX pada Februari mencapai lebih dari 80.000 kontrak. Itu lebih dari 65% volume atau sebesar 52.958 lot merupakan kontrak emas. Dalam hal ini, jika dikaitkan situasi di Eropa Timur, yaitu sejak Rusia mengakui kemerdekaan Donetsk dan Lugansk di Ukraina Timur, yang menandai dimulainya konflik.(OL-11)
 

 

Baca Juga

AFP/Chris Delmas.

Pengiriman Tesla Anjlok akibat Penutupan Sementara Pabrik di Tiongkok

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:08 WIB
General Motors dan Toyota melihat penjualan kuartal kedua mereka di Amerika Serikat masing-masing turun 15% dan...
MI/Adam Dwi.

Insav Festival Diharapkan Cerdaskan Masyarakat Tangkal Investasi Bodong

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 16:46 WIB
Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati mengingatkan maraknya penipuan berkedok investasi yang terjadi belakangan...
Ist

Digital Marketing Bantu Pelaku Usaha Tumbuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 15:14 WIB
Wadah ini juga bisa melakukan kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang dapat membantu meningkatkan penjualan melalui berbagai macam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya