Selasa 08 Februari 2022, 13:25 WIB

OJK: Sektor Keuangan Indonesia Telah Membaik

 M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
OJK: Sektor Keuangan Indonesia Telah Membaik

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso.

 

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, kondisi sektor keuangan Indonesia telah membaik sejalan dengan tren positif perekonomian nasional.

Dia memastikan otoritas akan siap mendukung kebijakan pemerintah untuk memuluskan agenda pemulihan ekonomi.

"Ekonomi sudah membaik, sektor keuangan sudah membaik, tinggal bagaimana kita mempercepat, kebijakan apa lagi yang akan kita lakukan," tuturnya dalam Seminar Nasional bertema Akselerasi Perekonomian Daerah untuk Memacu Pemulihan Ekonomi Nasional secara daring, Selasa (8/2).

Membaiknya kondisi sektor keuangan, kata Wimboh, utamanya terlihat dari pasar modal Indonesia. Indikator pasar modal Indonesia menunjukkan penguatan di penghujung 2021. Bahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahamkan tren penguatan.

Baca juga: Ini Beragam Kebijakan OJK untuk Mendukung Pengembangan UMKM

Hingga Senin (7/2) misalnya, IHSG berada di level 6.804,94, atau tumbuh 3,40% (year to date/ytd).

"Kepercayaan masyarakat mulai pulih di pasar modal dilihat dari IHSG kita. IHSG kita sudah mencapai level 6800, atau tumbuh 3,4% ytd. Tahun lalu juga sudah di atas 6000. Ini sudah lebih tinggi levelnya dari sebelum covid," jelas Wimboh.

Selain itu penghimpunan dana melalui penawaran umum pada 2021 mencatatkan all time high, tertinggi di ASEAN dengan nilai Rp363,28 triliun dari 185 penawaran umum.

Hal itu, kata Wimboh, mengindikasikan antusiasme masyarakat atau pengusaha telah kembali di pasar modal.

Dari data OJK, jumlah investor di pasa modal mencapai 7,5 juta, atau naik 93% dari tahun sebelummya. "Jadi dapat kami simpulkan di pasar modal sudah bangkit dan pulih, masyarakat sudah percaya," kata Wimboh.

Selain di pasar modal, kinerja apik juga dibukukan oleh perbankan. Hal itu dapat dilihat dari aset perbankan yang tercatat positif. Dari sisi kredit misalnya, OJK mencatat adanya pertumbuhan 5,24%, jauh di atas kinerja 2020 yang tumbuh negatif 2,7%.

Kendati begitu, kinerja pertumbuhan kredit tersebut belum menyentuh level sebelum pandemi covid-19 merebak, yakni rerata di kisaran 8%. Wimboh berujar, OJK optimis kredit akan tumbuh signifikan di 2022 sejalan dengan cerahnya pemulihan ekonomi nasional.

"Kredit di UMKM tumbuhnya sudah lebih tinggi, 11,23%. Ini lebih tinggi dari total kredit secara keseluruhan, koorporasi sudah positif namun masih rendah 2,74%. Pertumbuhan kredit tersebut didorong luar Jawa yang tumbuh 5,8% di atas pertumbuhan kredit Jawa yang tumbuhnya hanya 5%," jelasnya.

Secara umum, perbankan juga berada dalam kondisi yang sama baiknya seperti pasar modal. OJK mencatat hingga akhir 2021 capital adequacy ratio (CAR) perbankan berada di angka 25,67%, loan to depocits ratio (LDR) 77,13%, net interest margin 4,51%, biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) 83,58%. Sedangkan risiko kredit macet (non peforming loan/NPL) terjaga di di level rendah, yakni 3,00%. (Mir/OL-09)

Baca Juga

Ist

Bank DBS Luncurkan Layanan Perbankan Digital Intuitif dan Pintar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:42 WIB
This is DBS digibanking, layanan perbankan digital yang intuitif dan pintar bagi nasabah ritel, korporasi maupun Usaha Kecil dan Menengah...
DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Raih Lamudi Awards di Lima Kategori

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:23 WIB
Penghargaan yang diraih itu sebagai Best Developer ialah PT Bumi Serpong Damai Tbk (PT...
Antara

Audit Perusahaan Sawit, BPKP Libatkan Kejagung hingga Polri

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:15 WIB
BADAN Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyusun gambaran umum audit sektor sawit di Indonesia dengan menggandeng Kejaksaan Agung...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya