Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan bank-bank untuk memblokir 25.912 rekening yang teridentifikasi terlibat dalam aktivitas judi online. Data tersebut berasal dari hasil penelusuran Kementerian Komunikasi dan Digital.
“OJK telah meminta bank melakukan pemblokiran terhadap kurang lebih 25.912 rekening,” ujarnya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar secara daring pada Senin (4/8).
Jumlah tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibanding bulan sebelumnya, di mana OJK hanya meminta pemblokiran terhadap 17.026 rekening yang juga diduga digunakan untuk aktivitas serupa. Dian menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberantas praktik perjudian daring yang terus meluas.
Selain menginstruksikan pemblokiran, OJK juga mendorong bank untuk menindaklanjuti temuan tersebut lebih jauh. Otoritas meminta agar rekening-rekening yang memiliki kecocokan dengan nomor identitas kependudukan (NIK) segera ditutup. Langkah verifikasi juga diperkuat melalui penerapan prosedur enhanced due diligence (EDD) oleh pihak bank terhadap aktivitas yang mencurigakan.
Dian menambahkan bahwa meningkatnya ancaman siber yang semakin sistematis dan terorganisir menjadi perhatian serius OJK. Ia menyebut bahwa bank telah diinstruksikan untuk memperkuat kemampuan deteksi terhadap insiden siber serta meningkatkan pemantauan atas anomali transaksi keuangan yang berpotensi mengarah pada tindak penipuan. (Z-10)
Dalam pengungkapan judi online, diketahui bahwa para pelaku tidak hanya menggunakan handphone milik pribadinya. Namun bisa juga menggunakan gadget di tempat perjudian.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya memerangi judol.
Sepanjang 2025, PPATK menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 35,6 juta laporan.
Penurunan drastis ini, memiliki dampak sosial yang besar karena secara langsung menyelamatkan jutaan masyarakat dari kerugian finansial akibat perjudian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved