Selasa 01 Februari 2022, 14:31 WIB

3 Bisnis yang Dibutuhkan di Masa Depan Menurut Sandiaga Uno

Mediaindonesia.com | Ekonomi
3 Bisnis yang Dibutuhkan di Masa Depan Menurut Sandiaga Uno

Ilustrasi
Istilah Metaverse kian dikenal masyarakat sejak Facebook membahasnya di ajang Connect.

 

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan terdapat tiga bisnis yang sangat dibutuhkan di masa depan, yaitu keamanan siber (cyber security), metaverse, serta payment system dan financial technology/fintech (sistem pembayaran dengan teknologi keuangan).

“Ini alhamdulillah tidak ada serangan siber di sesi kita, tapi kalau saya mengikuti sesi bersama Pak Jhonny G Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika), itu berkali-kali kena (serangan) siber. Jadi ada yang mengganggu jalannya acara kita,” ujarnya dalam acara Kick Off Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator(MCEBI) dan Klinik Bisnis Bersama Sandiaga secara hybrid di Jakarta, Selasa (1/2).

Baca juga: Satgas Penanganan Koperasi Gandeng OJK Selidiki Aliran Investasi Koperasi

Adapun hal kedua yang akan berkembang ialah metaverse dengan potensi 720 miliar dolar AS mengarahkan ke bisnis tersebut dalam tiga tahun mendatang.

Keberadaan metaverse dinilai merupakan perwujudan teknologi yang bergerak dengan cepat. Ia menyatakan di sektor digital ini para pelaku usaha dapat mengambil keuntungan tanpa risiko yang besar.

Salah satunya ialah Non-Fungible Token (NFT) yang sempat ramai berkat seseorang bernama Sultan Gustaf Al-Ghozali karena menjual koleksi swafoto.

“Dari Rp13 miliar yang dia (Ghozali) bilang dia peroleh, dia baru dapet monetisasinya Rp30 juta, tapi lumayan untuk mulai. Menurut saya, metaverse menjadi salah satu lahan yang lebih dekat ke entertainment (hiburan), bukan suatu dunia yang tiba-tiba akan sangat besar,” ucap Menparekraf.

Berkaca pada masa lalu, dikatakan banyak perusahaan teknologi yang kalah bersaing dengan Facebook atau Google seperti Friendster dan MySpace.

“Coba kalau kita invest (berinvestasi) di Friendster atau MySpace, bakal out (tidak untung) kita. Tapi kalau kita pilihnya Facebook, (keuntungan) kita bisa meningkat secara tajam,” ujar Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Untuk bisnis terakhir yang dibutuhkan di masa mendatang, ungkap dia, ialah payment system dan fintech.

Dia menganggap sistem pembayaran harus diperbesar dan digunakan secara totalitas, dibarengi dengan fintech yang menjadi solusi pembiayaan atas persoalan ihwal permodalan bagi pelaku usaha. (Ant/OL-6)

Baca Juga

MI/Ramdani

Volume Transaksi QRIS Terus Meningkat 18,4% Dibanding 2021

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 03 Oktober 2022, 08:11 WIB
VOLUME transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tercatat mengalami tren pertumbuhan, naik 18,4% dari tahun lalu (year on...
Ist

45 Tahun Berdiri, FIN Fokus pada Adopsi Teknologi Logistik

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 05:09 WIB
Industri logistik di Tanah Air kembali menggeliat dengan pertumbuhan 1,08% atau sebesar Rp 699 triliun dibandingkan tahun...
dok.ist

Kementan Atasi Permodalan Petani Milenial dengan TaniAKUR

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 21:50 WIB
MENTERI Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan terus mendorong pelaku usaha dan petani untuk meningkatkan produktivitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya