Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengungkapkan tekad dan komitmennya menjadikan Kota Makassar sebagai kota yang tangguh atau resilient city dengan pertumbuhan yang inklusif. Wali Kota yang akrab disapa Danny Pomanto ini yakin bahwa kota yang mampu bertahan dan pulih dari berbagai tantangan dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi warganya. Hal ini tecermin dalam berbagai inisiatif untuk mengatasi dampak perubahan iklim, kondisi ekonomi, dan tantangan sosial lainnya.
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Makassar adalah dampak dari perubahan iklim global. Dengan suhu bumi yang terus meningkat, maka krusial bagi Kota Makassar untuk menjadi tangguh terhadap berbagai bencana alam.
“Satu kata yang paling penting adalah resiliensi atau daya tahan. Secara tersistem, kota ini harus menjadi kota yang tangguh terhadap bencana alam. Kalau kita dapat bencana, kita cepat recovery. Masyarakat bisa tahu kalau banjir apa yang dilakukan,
bagaimana memitigasi banjir, apa yang dilakukan kalau ada angin puting beliung, begitu juga kalau terjadi kekeringan,”
ungkap Danny.
Baca juga: Danny Pomanto Sukses Torehkan Kepemimpinan di Makassar
Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global juga menjadi perhatian serius. Danny mencatat fluktuasi akibat peristiwa-peristiwa internasional, seperti perang di berbagai negara. Oleh karena itu, menciptakan ekonomi yang stabil dan tahan terhadap gejolak global menjadi prioritas Danny dalam merancang kebijakan di Kota Makassar.
“Sehingga saya kira intervensi pemerintah dan pelibatan masyarakat atau public engagement menjadi kunci. Maka pemerintah kota memiliki beberapa program-program unggul, salah satunya Lorong Wisata,” sebutnya.
Kata Danny, lorong di Makassar merupakan sel kota sehingga kolaborasi untuk membangun pemberdayaan manusia menjadi sirkulasi ekonomi harus dimulai dari lorong, dan Lorong Wisata mewujudkan inklusifitas tersebut.
“Inklusif sejatinya ialah Lorong Wisata itu sendiri. Program yang melibatkan semua elemen masyarakat dengan multi inovasi beserta 21 konten di dalamnya ini menghasilkan kemandirian pangan. Dari pemenuhan kebutuhan sendiri, ditanam sendiri, menghasilkan sosial kohesi yang bagus, adanya sirkulasi ekonomi, menggabungkan dengan teknologi metaverse maka ekonomi Makassar tumbuh inklusif kuat,” pungkas Danny. (S-1)
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved